Sempat Viral, Masjid Megah Rp128 Miliar Kini Sepi 

Mabur.co – Apa jadinya bila masjid yang dibangun pemerintah dengan sangat mewah dan megah, bahkan sampai menghabiskan anggaran hingga mencapai Rp128 miliar lebih, namun kini justru sepi dan tidak memilki banyak jemaah?

Itulah yang terjadi pada Masjid An Nahda yang kini berganti nama menjadi Masjid Samin Baitul Muttaqin yang terletak di Desa Sumberejo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Meski sempat viral dan ramai dikunjungi saat pertama kali dibuka pada 27 Desember 2024 lalu, kini Masjid Samin Baitul Muttaqin ini justru sangat sepi dari aktivitas jemaah, bahkan di momen bulan Ramadan seperti saat ini. 

Sepinya aktivitas jemaah di masjid ini dibagikan oleh seorang konten kreator bernama Maskun.

Lewat akun Instagram@maskunnn29, ia membagikan pengalamannya mengunjungi masjid ini pada Minggu (22/2/2026) kemarin. 

Ia mengaku terkejut menyaksikan Masjid Samin Baitul Muttaqin yang sepi pengunjung di momen buka puasa pada bulan Ramadan 1477 Hijriah ini.

Bahkan saat pelaksanaan ibadah salat Tarawih, jumlah jemaah di masjid ini nampak sangat minim tak sebanding dengan kapasitas jemaah masjid yang mencapai ribuan orang.

Sebagaimana dikutip Tribunnews.com, Masjid An Nahda atau Masjid Samin Baitul Muttaqin sendiri merupakan masjid megah yang dibangun Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan diproyeksikan sebagai destinasi wisata religi di perbatasan Bojonegoro-Ngawi. 

Dibangun di lahan seluas 2,9 hektare, pembangunan masjid ini diinisiasi langsung oleh Bupati Bojonegoro yang menjabat periode tahun 2018-2023, yakni Anna Muawanah. 

Proses pembangunan masjid ini kala itu menghabiskan total anggaran mencapai sebanyak Rp128,9 miliar yang bersumber dari APBD Bojonegoro. 

Butuh waktu sedikitnya 4 tahun terhitung sejak tahun 2020 hingga 2024 untuk menyelesaikan mega proyek pembangunan masjid ini. 

Dilansir dari Jonegoroan.com, Masjid An-Nahda dirancang oleh seorang arsitek asal Arab Saudi yang tinggal di Jakarta. Arsitektur bangunannya memadukan gaya Timur Tengah serta nuansa tradisional Jawa.

Berdiri megah di wilayah Kabupaten Bojonegoro sisi barat yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ngawi, masjid yang sangat megah dan indah ini sempat viral dan ramai dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah. 

Selain datang untuk beribadah, tak sedikit dari pengunjung sengaja datang jauh-jauh ke masjid ini untuk mengagumi dan mengabadikan setiap sudut bangunannya yang sangat estetik.

Masjid Samin Baitul Muttaqin. (Foto: kompas.com)

Kubah besar dengan desain geometris yang unik dan kompleks, menjadi daya tarik utama masjid ini. 

Dari kejauhan pilar-pilar masjid menjulang tinggi dengan dihiasi ornamen khas Timur Tengah, dipadukan dengan nuansa Jawa nampak kontras. 

Lantainya berbalut marmer berkualitas, desain bangunannya membentuk bulan sabit dengan ornamen Gebyok Jawa. Digabungkan dengan gaya Aljaferia Andalusia, nampak menghiasi setiap sudut masjid.

Begitu masuk ke dalam bangunan utama, pengunjung akan dibuat terpukau dengan interior dalam masjid yang dihiasi kaligrafi Arab sangat indah, sehingga menciptakan suasana religius dan damai.

Gradasi warna bangunan yang dibuat elegan dengan kombinasi warna kecoklatan, putih, dan emas dilebur dalam sentuhan klasik. Membuat tampilan Masjid Samin Baitul Muttaqin semakin terlihat agung, modern, dan mewah.

Pelatarannya yang luas dan dihiasi dengan kolam serta taman maupun air mancur semakin menambah keindahan masjid. 

Terlebih masjid ini memang mampu menampung hingga ribuan jemaah. Baik itu di gedung utama, serambi masjid, hingga area kolam dan pelataran. 

Disamping memiliki area parkir luas yang dapat menampung ratusan mobil dan sejumlah bus, masjid ini juga dilengkapi dengan ruang serba guna, kantor, hingga perpustakaan. 

Sayangnya, lokasinya yang agak terpencil yakni di Desa Sumberejo, 15 kilometer dari Kota Ngawi dan 60 kilometer dari Kota Bojonegoro membuat masjid ini cukup sulit dijangkau. 

Untuk mencapainya dari arah timur, pengunjung bahkan harus melewati jalanan berkelok menembus hutan jati agar sampai ke masjid ini. 

Meski kini telah menjadi salah satu destinasi wisata religi di Bojonegoro, namun dari sisi pengelolaan masjid ini sepertinya belum bisa maksimal. Meskipun pengelolaan masjid dilakukan oleh perwakilan tokoh Islam dari enam desa di Kecamatan Margomulyo.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sebenarnya juga telah membentuk Dewan Pengelola Masjid Wisata Religi Bojonegoro untuk periode 2025–2028 melalui surat keputusan Bupati Bojonegoro Nomor: 188/7/KEP/412.013/2025. 

Namun, dokumen di laman resmi pemerintahan Kabupaten Bojonegoro itu hingga saat ini belum dapat diunduh oleh publik.

Tahun 2025 lalu, polemik juga sempat mewarnai pergantian nama masjid ini dari semula bernama masjid “An-Nahda” menjadi masjid “Samin Baitul Muttaqin”. 

Dengan anggaran pembangunan berasal dari uang rakyat yang begitu besar, semestinya pemanfaatan masjid ini dapat dimaksimalkan. Supaya bisa memberikan manfaat bagi umat muslim maupun masyarakat di sekitarnya. *** 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *