Mabur.co – Bunyi gong gamelan dan alunan musik tradisional mewarnai Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2026 bertempat di Lapangan Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Festival yang berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 ini menghadirkan sejumlah seniman dari berbagai daerah untuk menampilkan ragam musik tradisi Nusantara.
Diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan bersama Pemkab Wonosobo, FMTI 2026 kali ini mengusung tema “Merajut Bayang-Bayang Musik Nusantara” dengan konsep “Gong Culture: Diaspora dan Resonansi Gamelan”.
“Dengan tema gong dan resonansi gamelan, festival ini mengingatkan kita bahwa musik tradisi bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kekuatan budaya, modal budaya yang harus kita jaga, kembangkan, wariskan pada generasi penerus,” ujar Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, dikutip Antara.
Alat Musik Tradisional Banyak Digunakan di Nusantara
Gong dan gamelan memang menjadi bagian penting dalam festival ini. Hal itu tak lepas karena keduanya dinilai menjadi salah satu jenis alat musik tradisional yang banyak digunakan masyarakat Nusantara dan telah menjadi identitas bangsa.
Direktur Film, Musik, dan Media, Dirjen P3K Kemenbud, Irini Dewi Wanti, mengatakan bahwa musik tradisi tidak hanya memiliki nilai musikal, tetapi juga menyimpan pengetahuan, nilai, identitas, dan ingatan kolektif yang diwariskan lintas generasi.
Ia juga menyebut bahwa alat musik tradisional seperti gong dan gamelan merupakan bagian dari ritus, kegiatan bersama, dan interaksi sosial dalam masyarakat.
Menghadirkan seniman dan kelompok seni dari berbagai daerah seperti Wonosobo, Temanggung, Yogyakarta, Grobogan, Purbalingga, Pemalang, hingga Boyolali, festival ini juga mengangkat kesenian lokal Wonosobo seperti Bundengan, Lengger, Hak-Hakan, Samabela, dan Warok.
Dimeriahkan Pameran UMKM
Sementara itu dikutip dari situs resmi Pemkab Wonosobo, selain diisi pertunjukan musik, festival ini juga dimeriahkan berbagai acara seperti seminar budaya, tur cagar budaya, hingga pameran UMKM.
Festival ini juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pelaku yang berkontribusi dalam menjaga musik tradisi.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, mengatakan festival tersebut menjadi ruang bagi seniman untuk menampilkan karya sekaligus memperkenalkan potensi seni daerah kepada khalayak yang lebih luas.
“Melalui perhelatan ini, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan dalam memberikan penghargaan, membuka ruang ekspresi, serta membawa karya lokal ke panggung yang lebih luas,” ujarnya. ***
