Mabur.co- Kabar duka datang dari dunia seni tradisional di Bantul.
Seniman ketoprak asal Imogiri, Bantul, Ngatiman, wafat saat sedang melakukan pentas di lingkungan rumahnya. Ia berpulang di usia ke-57 tahun.
Kepergian Ngatiman tidak hanya meninggalkan kehilangan bagi keluarga, tetapi juga masyarakat luas yang mengenalnya sebagai sosok seniman berdedikasi tinggi sekaligus pribadi yang peduli terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.
Dilansir dari akun Instagram, @b3doel___ (Minggu 29/3/2026), dalam video yang diunggah dengan durasi 30 detik menampilkan detik-detik saat Ngatiman tersungkur dan meninggal dunia.
Tampak Ngatiman sedang tampil dengan dua rekan lainnya saat menampilkan perkelahian.
Setelah pura-pura terjatuh, Ngatiman tampak tak mampu lagi untuk bangkit hingga akhirnya ia tersungkur di sisi belakang panggung.
“Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujarnya.
Irma, menantu Ngatiman membenarkan ayah mertuanya telah berpulang.
Ia menjelaskan, Ngatiman memang sempat mengeluh kurang fit sejak beberapa hari sebelum pentas.
“Jadi karena (pelaksanaan) ketoprak itu memang sudah direncanakan ya, Bapak memang pengin, pengin ada acara itu kan. Dari Lebaran kan banyak tamu, mungkin kecapekan, kipas muter terus mungkin nggak sadar dia capek. Jadi cuma masuk angin. Masuk angin sudah dipijat tapi kok belum enak katanya badannya,” ujar Irma dilansir detikJogja.
Irma menjelaskan, sebelum malam pentas, Ngatiman memang tidak banyak berinteraksi dengan keluarga karena sedang mengurus peralatan yang akan digunakan untuk pentas.
“Terus di bawah (panggung) pun kerja bakti tuh biasa, ketawa-ketawa biasa katanya di bawah kan. Karena kita di sini, Bapak di bawah, jadi memang hari itu nggak terlalu banyak ngobrol. Mamak kan sibuk bantu di dapur ya karena mau ada acara, Bapak mengurus yang tenda, gamelan, segala macam di situ,” jelasnya.



