Lahirkan Dalang Berkualitas, Festival Pedalangan Anak dan Remaja Tetap Dibutuhkan  

3 Min Read
Puppeteer seated at a stage, using rods to operate colorful traditional puppets on display behind him.
Dalang cilik beraksi dalam Festival Pedalangan Anak dan Remaja Gunungkidul 2026. (Dok Pemkab Gunungkidul)

Mabur.co – Meski seolah hanya merupakan agenda rutin tahunan, ajang Festival Pedalangan Anak dan Remaja tingkat kabupaten tetap dibutuhkan sebagai barometer sekaligus regenerasi dalang dalam seni pewayangan.

Ajang seperti itulah yang juga rutin digelar Pemerintah Kabupaten Gunungkidul setiap tahun.

Mencari Bibit Baru

Melalui Festival Pedalangan Anak dan Remaja 2026, Pemkab Gunungkidul berupaya mencari bibit-bibit dalang baru sebagai upaya menjaga kelestarian seni pewayangan. 

Berlangsung selama empat hari mulai Senin (19/10/2026) hingga Kamis (22/10/2026) mendatang, festival ini tak hanya menjadi ajang untuk menumbuhkan minat generasi muda, namun juga menyiapkan dalang berprestasi asal Gunungkidul di masa depan. 

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, saat membuka acara mengatakan, wayang bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi juga sarana menyampaikan nilai-nilai kehidupan.

Di dalam kisah pewayangan, terdapat pesan moral tentang budi pekerti, keutamaan, dan kebaikan yang masih relevan bagi masyarakat.

“Seni pedalangan bukan sekadar tontonan, melainkan juga tuntunan. Di dalam setiap kisah pewayangan terkandung berbagai nasihat luhur mengenai budi pekerti, keutamaan, dan kebaikan,” ujar Endah dilansir rilis resmi Pemkab Gunungkidul. 

Minat Generasi Muda terhadap Seni Tradisional Perlu Diperkuat

Menurut Endah, minat generasi muda terhadap seni tradisional perlu terus diperkuat. Di tengah perkembangan zaman dan pengaruh budaya luar, pewayangan perlu diperkenalkan melalui ruang-ruang pembelajaran yang memberi kesempatan kepada anak-anak dan remaja untuk mengembangkan bakat.

Ia berharap, para peserta tidak hanya memandang pedalangan sebagai keterampilan memainkan wayang, tetapi juga memahami tanggung jawab untuk menjaga warisan budaya bangsa.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, Agung Danarto mengatakan, festival ini diharapkan dapat melahirkan dalang berkualitas yang mampu membawa nama Gunungkidul ke tingkat nasional maupun internasional.

Menurut Agung, Gunungkidul memiliki rekam jejak prestasi dalam seni pedalangan. Pada 2017, daerah ini pernah meraih juara umum dalam ajang pedalangan internasional. Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berlatih dan mengukir pencapaian serupa.

Pengembangan seni pedalangan, kata Agung, perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kesenian tradisional tetap hidup dan memiliki penerus di tengah perubahan zaman.

Melalui Festival Pedalangan Anak dan Remaja 2026, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap semakin banyak anak dan remaja yang mengenal, mempelajari, serta menekuni seni pedalangan. Dengan begitu, regenerasi dalang dapat terus berjalan dan warisan budaya wayang tetap lestari.

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar