Ada ritual unik terkait Lebaran. Ternyata di Boyolali, Jawa Tengah, ada tradisi yang bernama Lebaran Sapi.
Bagi masyarakat Dukuh Mlambong, Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, sapi bukan sekadar hewan ternak, melainkan bagian dari keluarga dan sumber rezeki yang harus dijaga serta disyukuri.
Dikutip mabur.co dari situs instagram kancabudaya, Rabu (1/4/2026), tradisi Lebaran Sapi atau Bakda Sapi ini merupakan warisan dari Kiai Anwar Siroj, yang diyakini warga setempat sebagai leluhur masyarakat Dukuh Mlambong.
Tradisi Lebaran Sapi rutin dilaksanakan pada hari kedelapan bulan Syawal, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas melimpahnya hasil ternak.
Persiapannya pun melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari ibu-ibu yang memasak ketupat kodok, para pria yang bergotong royong menyiapkan lokasi acara, hingga pemuda-pemudi yang berlatih tari tradisi demi menyemarakkan suasana kenduri dan kebersamaan warga desa.
Puncak kemeriahan terjadi saat arak-arakan sapi memenuhi jalanan desa setelah prosesi kenduri ketupat selesai.
Sebelum diarak, sapi-sapi dimandikan, diberi minyak wangi, hingga dihias dengan kalung bunga dan ketupat yang melambangkan doa serta harapan agar keberkahan selalu menyertai warga.
Lebih dari sekadar tontonan budaya, tradisi ini adalah simbol eratnya tali silaturahmi dan identitas kuat Desa Sruni yang menempatkan harmoni antara manusia dan alam sebagai (napas) kehidupan mereka.
Mari terus lestarikan budaya lokal agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang dan makin meneguhkan jati diri di masa depan bangsa Indonesia. ***



