Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan kunjungan kerja ke Museum Negeri Mpu Tantular, Jawa Timur, untuk meninjau koleksi, fasilitas, serta potensi pengembangan museum sebagai pusat edukasi dan kegiatan budaya.
Dalam rilis yang diterima mabur.co, Minggu (22/2/2026), dijelaskan kunjungan tersebut untuk meninjau langsung museum yang menyimpan berbagai koleksi penting representasi perjalanan sejarah dan peradaban Jawa Timur dari masa prasejarah hingga masa kolonial.

Museum Mpu Tantular sebelumnya berlokasi di Surabaya dan sejak tahun 2004 menempati lokasi baru di Sidoarjo.
Saat ini Museum Mpu Tantular memiliki sekitar 15 ribu koleksi, 1.100 koleksi di antaranya dipamerkan kepada publik.
Sejumlah koleksi unggulan telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional, antara lain perhiasan bermotif Garudeya, arca Durga Mahisasuramardhini, serta fosil Homo erectus dari Ngawi.
“Museum Negeri Mpu Tantular, sebuah museum yang cukup besar dengan kawasan sekitar tiga hektar. Di sini banyak sekali koleksi yang dalam riwayatnya dahulu didirikan oleh seorang tokoh Belanda bernama (G.H) Von Faber. Koleksi yang sangat berharga ini sangat penting untuk dijaga,” jelas Menteri Kebudayaan.
Menteri Kebudayaan menekankan bahwa Museum Negeri Mpu Tantular merupakan museum besar dengan koleksi yang sangat berharga serta memiliki potensi kuat untuk dikembangkan sebagai pusat pembelajaran sejarah dan kebudayaan.
Menbud juga menyampaikan apresiasi atas standarisasi Museum Negeri Mpu Tantular yang kini telah kembali menjadi museum tipe A.
Menurutnya peningkatan status tersebut perlu diikuti dengan penataan yang lebih baik, terutama dalam aspek penyajian koleksi kepada publik.
“Dengan koleksi yang luar biasa, kita memerlukan storyline yang kuat, narasi yang kuat, literasi yang kuat. Revitalisasi pada aspek tata pamer menjadi kebutuhan penting agar museum semakin menarik bagi generasi muda. Selain itu tentu diperlukan tata cahaya, tata pamer dan storyline untuk membuat museum lebih menarik,” jelasnya. ***



