Komunitas Minggu Legi menggelar kegiatan syawalan sebagai momentum mempererat silaturahmi pasca-Idulfitri pada Sabtu (4/4/2026).
Acara berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan, dihadiri oleh anggota komunitas serta sejumlah tamu undangan. Ada yang membaca geguritan, ada yang nembang macapat, ada yang berdendang dan ada juga yang ngudarasa.
“Jadi memang selain hikmah syawalan atau tausiah dari Ustaz Khamim, kami juga mempersilakan para tetamu undangan untuk bersastra pertunjukan. Maka ya begitulah jadinya. Acara tidak garing. Terasa meriah dan penuh suasana penampilan,” jelas pendiri dan Ketua Komunitas Minggu Legi, Dr. Akhir Lusono.

Kegiatan ini juga menghadirkan Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M.Si sebagai narasumber utama. Dalam penyampaiannya, ia mengangkat tema tentang hikmah Syawalan, khususnya pentingnya saling memaafkan sebagai fondasi dalam menjaga hubungan antarsesama.
Ia menekankan bahwa Syawalan bukan sekadar tradisi, melainkan ruang untuk membersihkan hati, memperbaiki relasi, dan memulai kembali dengan niat yang lebih baik.
“Melalui Syawalan, kita diajak untuk benar-benar kembali pada fitrah, saling membuka pintu maaf, dan memperkuat rasa persaudaraan,” ungkapnya.
Turut hadir sastrawan Mustofa W. Hasyim yang memberikan sentuhan khas melalui penampilan sastra dan musikal.
Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan geguritan berjudul ‘Ngas Nges Ngos’ karya ciptaannya sendiri, dengan penuh penghayatan.
Ia juga melantunkan lagu Sholawat Ibrohim yang semakin menambah suasana reflektif dan spiritual dalam kegiatan tersebut.
Ketua Komunitas Minggu Legi, Akhir Lusono, dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini.
Ia juga mengungkapkan bahwa secara komunitas, Minggu Legi sebenarnya telah lama aktif dalam berbagai kegiatan kebudayaan, namun secara administratif baru saja memperoleh pengakuan resmi.
“Secara gerakan, kita sudah berjalan cukup lama. Namun secara administratif, alhamdulillah nomor induk kebudayaan baru kami peroleh sekitar satu bulan lalu dari Kundha Kabudayan Kabupaten Bantul. Ini menjadi langkah awal yang penting untuk semakin menguatkan peran komunitas ke depan,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada narasumber, tamu undangan, serta seluruh anggota komunitas yang telah hadir dan berkontribusi. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan membawa kebaikan bagi kita semua,” tutupnya.
Rangkaian acara berlangsung sederhana, namun bermakna, dimulai dari pembukaan, sambutan ketua komunitas, penyampaian hikmah Syawalan, hingga penampilan sastra dan musik. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat hingga akhir acara.
Melalui kegiatan ini, Komunitas Minggu Legi kembali menegaskan perannya sebagai ruang silaturahmi sekaligus wadah refleksi yang menggabungkan nilai spiritual dan kebudayaan dalam satu pertemuan yang hangat dan bermakna.



