Tata Bahasa Baru Melayu Indonesia, Buku STA yang Berkesan bagi Marwanto

Sutan Takdir Alisjahbana (STA) berjasa besar dalam bidang bahasa dan kesusastraan Indonesia.

Demikian dipaparkan sastrawan Kulon Progo, Marwanto. Kepada mabur.co, Marwanto menjelaskan, banyak karya sastra yang lahir dari pena STA.

Sastrawan Marwanto Foto Dokumentasi Pribadi

Menurut Marwanto, sebagian besar karya STA sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Terutama generasi ketika internet dan media sosial belum ada.

“Ada satu karya yang menurut saya berkontribusi bagi eksistensi dan perkembangan bahasa Indonesia, yakni buku STA yang berjudul Tatabahasa Baru Melayu Indonesia (yang ditulis tahun 1936),” papar Marwanto saat mengenang hari lahir STA pada 11 Februari 1908 silam.

Karya dan pemikiran STA menjadi referensi yang menarik bagi Marwanto. Apalagi saat masih di bangku SD atau SMP, seingat Marwanto, ia juga pernah membaca karya STA lainnya yang berjudul Layar Terkembang.

“Itu karena sekolahan saya mewajibkan siswanya untuk membaca karya sastra para pujangga Indonesia. Di dalamnya termasuk karya STA. Saya waktu itu memilih membaca Layar Terkembang,” tutur Marwanto.

Ternyata, memang karya itulah yang termasuk monumental dari buah tangan STA. Boleh jadi, karya-karya lama juga selalu menarik untuk dibaca kembali. Untuk menengok apa yang disajikan sebagai potret masyarakat pada zaman itu.

Menjadi bernilai refleksi dan referensi budaya menarik bagi Generasi Milenial dan Gen Z di masa kini. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *