Transformasi 150 Tahun Reksa Pustaka, Perpustakaan Tertua di Indonesia

Mabur.co – Di bawah kepemimpinan KGPAA Mangkunegaran ke X, Keraton Pura Mangkunegaran Solo saat ini terus melakukan berbagai transformasi ke arah yang lebih inovatif , modern, dan terbuka bagi masyarakat.

Terakhir, Puro Mangkunegaran baru saja memindahkan lokasi perpustakaan Reksa Pustaka dari dalam area Pura Mangkunegaran ke sisi timur Ndalem Prangwedanan.

Pemindahan lokasi perpustakaan ini pun membuat keberadaan salah satu perpustakaan tertua di Indonesia itu menjadi lebih mudah dijangkau dan diakses oleh publik. 

Sebagaimana dikutip dari Suara Merdeka, peresmian pemindahan pintu masuk perpustakaan Reksa Pustaka itu dilakukan kakak KGPAA Mangkunegara X, GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo, awal Februari 2026 ini.

Pemindahan lokasi ini diharapkan membuat masyarakat yang hendak mencari arsip atau referensi tentang Mangkunegaran bisa lebih mudah menjangkau perpustakaan tersebut. 

Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran sendiri merupakan perpustakaan yang sudah berdiri lebih dari 150 tahun silam.

Tepatnya pada 11 Agustus 1867 atas prakarsa Sri Paduka Mangkunegara IV.

Awalnya Reksa Pustaka didirikan sebagai penyimpanan arsip dan karya pribadi milik Gusti Mangkunegara IV, yang terkenal sebagai pujangga yang kerap menulis berbagai karya sastra.

Sebagai pemimpin yang berwawasan luas, ia ingin membagikan berbagai pengetahuan yang dimiliki dari hasil membaca berbagai buku maupun naskah kuno Jawa serta yang non-Jawa. Baik dalam bahasa Inggris, Belanda dan Melayu. 

Karena itulah ia kemudian menyediakan tempat untuk berbaga koleksi bukunya itu agar bisa dibaca oleh orang lain termasuk para abdi dalem. Tempat itu dulunya bernama Reksa Wilapa.

Pada awalnya, akses ke tempat ini sangat terbatas dan hanya dapat diakses oleh kerabat di lingkungan Istana Mangkunegaran saja. Namun, seiring bertambahnya waktu, tempat ini semakin banyak dibutuhkan, terutama untuk tujuan penelitian.

Sehingga pada 1980-an Perpustakaan Reksa Pustaka pun mulai dibuka untuk umum.

Dikelola secara khusus oleh Puro Mangkunegaran, perpustakaan Reksa Pustaka menyimpan berbagai koleksi arsip sejak era Mangkunegaran I hingga Mangkunegaran X termasuk karya-karya pujangga besar Ranggawarsita. 

Perpustakaan Reksa Pustaka Pura Mangkunegaran, sebagaimana dikutip dari Kompas, hingga saat ini memiliki total 11.000 koleksi berupa manuskrip, arsip, buku sejarah dan budaya, hingga majalah kuno.

Sedikitnya sekitar  750 naskah kuno, seperti 8 naskah lontar, hingga 7 buah koleksi lempeng prasasti yang berasal dari masa Mataram kuno sampai dengan masa Majapahit yang merupakan koleksi dari KGPAA Mangkunegara VII turut disimpan di perpustakaan ini.

Beberapa di antaranya adalah Prasasti Telang, Renek, dan Sinaghuha. 

Dari sekian banyaknya koleksi yang ada, salah satu koleksi tertua di Perpustakaan Reksa Pustaka, adalah karya Mangkunegaran I berjudul Babad Tanah Jawa yang ditulis sekitar tahun 1700. 

Selain itu Karya-karya sastra lainnya yang dihasilkan oleh Mangkunegaran I hingga Mangkunegaran VII juga masih tersimpan rapi dan terawat di Perpustakaan Reksa Pustaka.

Guna memudahkan masyarakat mengakses setiap koleksi, Perpustakaan Reksa Pustaka juga telah melakukan upaya digitalisasi naskah.

Dari total 11.000 koleksi itu, sebanyak 3.132 koleksi dengan jumlah halaman 400.202 lembar naskah tercatat telah didigitalisasi.

Langkah itu dilakukan sebagai upaya melestarikan naskah-naskah tersebut yang saat ini kondisi fisiknya telah rapuh dan rusak, sekaligus mengakomodasi kebutuhan pengunjung di era modern seperti saat ini.

Guna memberikan kenyamanan bagi pengunjung, Puro Mangkunegaran juga telah merenovasi bangunan Reksa Pustaka.

Kini jam kunjungi perpustakaan juga diperpanjang dari semula buka pukul 09.00 – 12.00 menjadi pukul 09.00 – 14.00 WIB.

Demi keamanan dan perawatan, beberapa manuskrip asli dan arsip penting memang masih disimpan di dalam Pura Mangkunegaran, namun masyarakat tetap bisa mengaksesnya, meski harus mengajukan izin khusus terlebih dahulu.

Salah satu inovasi yang dilakukan Reksa Pustaka Mangkunegaran adalah dibukanya Kelas Aksara setiap musim liburan sekolah.  Sebagai sarana edukasi dan hiburan, kelas ini dapat diakses oleh berbagai lembaga yang ingin mengadakan kerjasama dalam menyelenggarakan Kelas Aksara. 

Terdapat juga Paheman Mangkunegaran, sebuah diskusi buku yang dilaksanakan setiap Sabtu Pon, sesuai weton Gusti Mangkunegara X. Tidak hanya diskusi buku, Paheman Mangkunegaran juga membahas beberapa hal seperti kanonisasi budaya dan Pangeran Sambernyawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *