Wayang Kekayon Khalifah, Saat Kisah Para Nabi Tersampaikan melalui Kelebat Kelir

3 Min Read
Pertunjukan Wayang Ngaji atau Wayang Kekayon Khalifah oleh Ki Lutfi Caritagama. (Foto: JH Kusmargana)

Mabur.co – Selama ini dakwah Islam seperti kisah para sahabat Nabi dan Rasul kerap disampaikan melalui kegiatan tausiah atau pengajian. 

Namun, di Balai Desa Kebonharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, akhir pekan kemarin, kisah para sahabat Nabi justru dihidupkan melalui pertunjukan wayang.

Baca Juga: Wayang Kekayon Khalifah, Perlawanan Budaya Jawa di Tengah Gempuran Teknologi AI

Pertunjukan wayang yang digelar pun bukan sembarang wayang. Melainkan pertunjukan wayang yang tak biasa dan disebut dengan Wayang Ngaji atau Wayang Kekayon Khalifah.

Hal itulah yang dilakukan sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam kegiatan penutupan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) UKMF Penelitian Reality Fakultas Ilmu Pendidikan UNY.

Berlokasi di kawasan perbukitan Menoreh, seluruh warga yang hadir nampak antusias mengikuti pertunjukan Wayang Ngaji dengan lakon “Ja’far bin Abi Thalib Duta” yang dibawakan dalang Ki Lutfi Caritagama.

Hadirkan Tokoh Sejarah Islam

Berbeda dengan wayang purwa yang banyak mengangkat kisah Mahabharata dan Ramayana, Wayang Kekayon Khalifah menghadirkan tokoh-tokoh sejarah Islam sebagai sumber cerita.

Para sahabat Nabi Muhammad SAW ditempatkan sebagai tokoh utama. Sementara ceritanya bersumber dari berbagai literatur sejarah Islam, seperti Sirah Nabawiyah, kitab sirah sahabat, dan Tarikh Khulafa.

“Wayang ini saya buat untuk menghadirkan kepahlawanan para sahabat Nabi Muhammad dalam budaya Jawa,” kata Ki Lutfi kepada mabur.co, Senin (5/10/2026).

Lakon yang dipilih malam itu menceritakan perjalanan Ja’far bin Abi Thalib ketika mendapat amanah dari Nabi Muhammad SAW menjadi utusan ke Habasyah.

Ja’far bersama kaum Muslimin yang berhijrah ke Habasyah menghadapi situasi penuh tantangan. Mereka kemudian menghadap Raja Najasyi, penguasa Habasyah yang beragama Nasrani.

Ajarkan Kebijaksanaan dan Perdamaian

Di hadapan Raja Najasyi, Ja’far tampil sebagai sosok yang menyampaikan pesan tentang keteguhan iman sekaligus mampu berkomunikasi secara bijaksana.

Kisah tersebut tidak hanya menggambarkan perjalanan salah satu sahabat Nabi, tetapi juga membawa sejumlah nilai tentang keberanian, keteguhan iman, kecakapan berkomunikasi, dan sikap damai di tengah perbedaan keyakinan.

Lewat pertunjukan wayang inilah nilai-nilai Islam disampaikan melalui pertunjukan kesenian dan budaya. Bukan melalui ceramah panjang yang kadang membosankan. Sehingga penonton pun dapat terbawa ke dalam suasana cerita yang lebih hidup dan mengena. ***

Share This Article
Avatar photo
Jurnalis lahir dan tinggal di Jogja
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
1 Komentar