Bersuhu Minus 50 Derajat Celcius, Inilah Masjid Terdingin di Dunia

Mabur.co – Tahukah kamu di mana letak masjid paling terpencil di dunia? Jawabannya ada di Norilsk, Siberia, Rusia. 

Masjid ini bernama Masjid Nurd Kamal. Masjid yang tercatat di Guinness Book Of Records sebagai rumah ibadah muslim paling utara di bumi.

Karena letaknya yang relatif dekat dengan Kutub Utara, masjid Nurd Kamal ini pun juga disebut-sebut sebagai masjid dengan suhu paling dingin di dunia.

Yakni hingga minus 50 derajat Celcius saat musim dingin. 

Sebagaimana dikutip detik.com, Kota Norilsk sendiri berada di wilayah Krasnoyarsk Krai, di antara Sungai Yenisey dan Semenanjung Taymyr.

Sejak 1930-an, Norilsk berkembang sebagai kota tambang. 

Kandungan logam yang melimpah menjadikan kawasan ini pusat industri berat, lengkap dengan cerobong-cerobong pabrik yang menjulang tinggi.

Dari sekitar 210.000 penduduk Norilsk, diperkirakan 50.000 orang di antaranya beragama Islam.

Kebanyakan dari mereka adalah para pendatang dari Azerbaijan dan wilayah Asia Tengah bekas Uni Soviet.

Di kota inilah Masjid Nurd Kamal berdiri. Masjid ini juga menjadi satu-satunya masjid yang berdiri megah di kawasan bersalju sepanjang tahun ini.

Dilansir Kompas.com, proses pembangunan masjid ini dimulai pada 1993 atas prakarsa pengusaha lokal keturunan Tatar, Mitkhad Bikmeev, dan rampung pada 1998. 

Masjid ini kemudian  diresmikan pada 19 September 1998.

Nama “Nurd Kamal” sendiri diambil dari gabungan nama kedua orang tuanya, Nuritdin dan Gainikamal, yakni sebagai sebuah penghormatan.

Arsitek lokal, Josef Muire, merancang masjid ini dengan gaya Turki, lengkap dengan kubah utama dan menara.

Namun desainnya tidak sepenuhnya mengikuti pakem umum. 

Kondisi iklim Norilsk memaksa sejumlah penyesuaian.

Menaranya setinggi sekitar 30 meter dibuat berbentuk persegi, bukan silinder seperti lazimnya menara masjid. 

Bentuk ini dinilai lebih tahan terhadap terpaan angin kencang dan suhu beku yang dapat merusak struktur bata.

Kubah masjid pun dibuat sedikit miring untuk mencegah penumpukan salju tebal.

Alih-alih berdiri di atas fondasi konvensional, bangunan ini dibangun di atas panggung, mengikuti konstruksi khas wilayah bersuhu ekstrem agar struktur tetap stabil di atas tanah beku.

Dilihat sekilas, masjid ini tampak mencolok dan megah.

Dindingnya berwarna biru terang, sementara kubah dan menara berlapis warna emas.

Bangunan utama berbentuk segi delapan, dengan empat jendela persegi di tiap sisi yang dihiasi segitiga putih di bagian atasnya. 

Di dalamnya, tiang-tiang dekoratif berwarna putih memisahkan setiap sisi ruang.

Masjid terdiri dari dua lantai: lantai bawah difungsikan sebagai madrasah, sementara lantai atas menjadi ruang salat berbentuk bulat.

Berada di lingkungan yang ekstrem, masjid ini kerap tertutup salju selama 250 hingga 270 hari dalam setahun, dengan badai salju yang bisa berlangsung 110 sampai 130 hari.

Jalanan yang tertimbun salju tebal membuat mobilitas warga tidak mudah.

Seorang pengurus masjid, Sidikov, pernah mengungkapkan bahwa meski jumlah umat Islam di Norilsk cukup besar, tidak semua dapat rutin datang ke masjid.

Banyak dari mereka bekerja sepanjang hari di sektor pertambangan atau konstruksi dan sudah kelelahan saat sore tiba. 

Salat Jumat menjadi momen paling ramai, dengan sekitar 500 hingga 600 jamaah memenuhi ruang salat.

Seusai ibadah, kegiatan belajar dan pengajian Alquran kerap berlangsung hingga malam.

Tantangan lain muncul saat Ramadan. Pada musim panas, durasi siang hari di wilayah utara bisa sangat panjang, sehingga waktu berpuasa mencapai hampir 20 jam.

Sebagian warga pun kerap memilih mengikuti waktu kota terdekat yang lebih singkat, atau menyesuaikan dengan waktu di Mekah, demi menjaga kesehatan. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *