Film ‘Darah dan Doa’ Jadi Awal Sejarah Peringatan Hari Film Nasional - Mabur.co

Film ‘Darah dan Doa’ Jadi Awal Sejarah Peringatan Hari Film Nasional

Mabur.co- Hari ini merupakan peringatan Hari Film Nasional (HFN) ke-76.

Hari film nasional yang dirayakan setiap 30 Maret menjadi momentum untuk berefleksi terkait proses dan perkembangan film di Indonesia.

Mengutip laman resmi Badan Perfilman Indonesia (BPI), Senin (30/3/2026), pada 30 Maret 1950 untuk pertama kalinya film berjudul “Darah dan Doa” diproduksi oleh perusahaan Indonesia.

Film tersebut disutradarai oleh H. Usmar Ismail dan mengangkat kisah perjuangan serta ideologi bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan.

Kisah film ini berasal dari skenario penyair Sitor Situmorang, menceritakan seorang pejuang revolusi Indonesia yang jatuh cinta kepada salah seorang Gadis Jerman yang bertemu dengannya di tempat pengungsian.

Film ini mengisahkan perjalanan panjang (Long March) prajurit Divisi Siliwangi RI, yang diperintahkan kembali ke pangkalan semula, dari Yogyakarta ke Jawa Barat setelah Yogyakarta diserang dan diduduki pasukan Kerajaan Belanda lewat Aksi Polisionil.

Rombongan hijrah prajurit dan keluarga itu dipimpin Kapten Sudarto (Del Juzar).

Perjalanan ini diakhiri pada tahun 1950 dengan diakuinya kedaulatan Republik Indonesia secara penuh.

Peristiwa tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah perfilman nasional.

Momentum ini menandai lahirnya identitas film Indonesia yang mandiri dan berkarakter.

Hari Film Nasional menjadi momen refleksi untuk menumbuhkan kecintaan terhadap film Indonesia.

Peringatan ini juga diharapkan mampu mendorong kemajuan industri perfilman nasional di masa mendatang. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *