Gagal di Asia dan Asean, Timnas Futsal Indonesia Jadi Spesialis Runner-Up Turnamen - Mabur.co

Gagal di Asia dan Asean, Timnas Futsal Indonesia Jadi Spesialis Runner-Up Turnamen

Mabur.co – Timnas futsal Indonesia kembali harus menelan pil pahit di partai puncak turnamen besar.

Setelah gagal mengalahkan negara yang saat ini sedang terjajah oleh Amerika Serikat dan juga Israel, Iran, dalam turnamen Piala Asia Futsal 2026 yang berlangsung di kandang sendiri pada awal Februari lalu, kali ini anak asuhan Hector Souto kembali harus puas kembali menjadi runner-up di tingkat ASEAN atau Asia Tenggara, lantaran takluk dari tuan rumah Thailand, dalam ajang AFF Futsal 2026, awal April ini.

Padahal jika dilihat secara permainan, Indonesia sama sekali tidak tampil buruk dalam dua laga final tersebut.

Namun harus diakui, kedua lawan Indonesia di babak final kedua ajang tersebut (Iran dan Thailand) merupakan nama-nama besar di kancah futsal dunia. Sedangkan Indonesia bisa dibilang merupakan “pendatang baru”, yang baru saja mencuat ke permukaan.

Dengan besarnya kerinduan publik sepakbola (dan futsal) terhadap prestasi negaranya di kancah internasional, tentu saja dua kegagalan timnas futsal menjuarai dua turnamen besar dalam kurun dua bulan terakhir, merupakan satu kekecewaan tersendiri.

Namun jika sedikit mundur ke belakang, tepatnya pada 2025 lalu, timnas futsal Indonesia baru saja mencatatkan berbagai prestasi gemilang, yang bahkan belum pernah diraih oleh generasi-generasi sebelumnya.

Di antaranya meraih medali emas SEA Games 2025 di Thailand untuk pertama kalinya, menjuarai Piala AFF Futsal U-16, serta memenangkan CFA International Tournament. Selain itu, tim asuhan Hector Souto juga berhasil menembus ranking 24 dunia pada Desember 2025 lalu.

Peringkat ini menjadi capaian tertinggi dalam sejarah tim nasional futsal putra Indonesia di level internasional.

Meskipun tahun 2026 harus diawali dengan kegagalan merengkuh trofi dalam dua turnamen sekaligus, namun torehan gemilang dari pelatih asal Spanyol tersebut telah menjadi fondasi yang sangat penting, untuk pertumbuhan ekosistem futsal Indonesia dalam jangka panjang.

Bahkan, untuk bisa melangkah sampai babak final di tingkat Asia dan ASEAN saja, itu sudah merupakan satu prestasi tersendiri.

Karena lagi-lagi, tidak banyak pelatih maupun generasi pemain yang mampu membawa Indonesia sampai ke tahap sejauh ini. Sehingga perjuangan Hector Souto dan para pemainnya tetap patut diapresiasi.

Kalau sudah begini, rasanya publik akan lebih tertarik menyaksikan pertandingan timnas futsal, ketimbang timnas sepakbola.

Karena tanpa naturalisasi sama sekali (alias “antek-antek asing”), timnas futsal mampu berbicara banyak di kancah Asia maupun dunia.

Sementara timnas sepakbola, dengan komposisi 70% “antek-antek asing” dari Belanda dan negara-negara Eropa lainnya, justru masih kesulitan mencetak gol, apalagi memenangkan pertandingan, apalagi lolos ke Piala Dunia.

Itu pun belum termasuk dengan “pulang kampungnya” para “antek-antek asing” ini ke negara asal leluhurnya.

Karena dengan aturan pemain non-Uni Eropa dan sebagainya, para pemain naturalisasi ini terpaksa mencari peruntungan baru di Liga Indonesia, yang kualitasnya sangat jauh dengan Liga profesional di Belanda maupun belahan Eropa lainnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *