IPod Sudah Disuntik Mati, Tapi Justru Diburu Gen Z - Mabur.co

IPod Sudah Disuntik Mati, Tapi Justru Diburu Gen Z

Mabur.co- Perangkat pemutar musik legendaris dari Apple, Ipod, memang telah resmi dihentikan produksinya sejak 2022. Namun ironisnya, di tengah dominasi smartphone dan layanan streaming, perangkat lawas ini justru kembali diminati generasi muda khususnya mereka yang lahir antara 1997 hingga 2012 atau dikenal sebagai Gen Z.

Di tengah streaming musik yang serba instan. Perangkat yang dulu sudah dianggap mati suri, Ipod kembali mendapat perhatian. Tapi bukan dari para penggemar jadul atau kolektor nostalgia semata.

Justru generasi muda, Gen z yang memulai perangkat ini. Mereka rela menggeluarkan uang untuk membeli Ipod bekas atau bahkan menggeluarkan biaya modifikasi agar bisa menikmati musik tahun 2000 an.  

iPod diperkenalkan pada 2001 dan dijanjikan dapat berisi 1000-an lagu sekaligus. Lebih dari 20 tahun setelah diluncurkan, perangkat itu kembali dibicarakan di internet.

Salah satunya adalah musisi Kat Burns yang menyalakan kembali iPod lamanya. Dia menelusuri daftar lagu iPod yang seperti halaman lama kehidupan sekolahnya.

“Dulu Anda akan membakar semua CD ke iTunes dan kemudian membuat daftar epik yang bisa dimasukkan ke iPod Anda, yang sangat menyenangkan,” jelasnya dikutip dari The Star, Senin (16/3/2026).

Burns mempertanyakan apakah tahun 2026 akan menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali menikmati musik secara lambat.

“Fenomena ini ternyata mendapat sambutan luar biasa dari warganet yang juga merindukan kesederhanaan teknologi masa lalu,” katanya.

Tagar iPod di platform Instagram bahkan telah menembus angka 1,8 juta unggahan hingga saat ini. Tidak hanya di Instagram, platform YouTube juga kini dibanjiri oleh berbagai video tutorial mengenai cara menghidupkan kembali perangkat pemutar musik lama.

Banyak pengguna membagikan tips untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan atau mengganti baterai agar iPod bisa berfungsi optimal kembali.

Antusiasme ini membuktikan bahwa minat terhadap teknologi retro bukan sekadar tren sesaat, melainkan kebutuhan akan privasi. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *