Jadi Nama Teknologi Nirkabel Paling Ikonik, Bluetooth Terinspirasi Raja Viking - Mabur.co

Jadi Nama Teknologi Nirkabel Paling Ikonik, Bluetooth Terinspirasi Raja Viking

Mabur.co– Di era digital ini, teknologi nirkabel seperti Bluetooth telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari.

Dari menghubungkan headphone ke smartphone, menyinkronkan data antar perangkat, hingga mengontrol perangkat rumah pintar, Bluetooth memungkinkan komunikasi tanpa kabel yang praktis dan efisien.

Namun, tahukah Anda bahwa nama teknologi modern ini memiliki akar sejarah yang sangat kuno, jauh sebelum penemuan listrik apalagi internet?

Ya, nama “Bluetooth” diambil dari nama seorang raja Viking legendaris.

Dilansir dari IDN Times, Minggu (12/4/2026), tokoh penting di balik nama Bluetooth adalah Jim Kardach, insinyur Intel yang terlibat sejak fase awal pengembangan.

Ia mengusulkan nama Bluetooth hanya sebagai code name internal.

Tujuannya sebagai penanda sementara sebelum tim pemasaran memilih nama yang lebih rapi. Sayangnya, hal itu tidak pernah terjadi.

Nama Bluetooth keburu dipakai luas dan akhirnya ditetapkan sebagai standar resmi.

Asalnya merujuk pada Harald Bluetooth Gormsson, raja Nordik abad ke 10 yang mempersatukan Denmark dan sebagian Norwegia.

Ia memerintah Denmark sekitar tahun 958 sampai 986 dan sempat menjadi raja Norwegia. Kardach melihat paralel yang jelas.

Seperti Harald yang menyatukan suku-suku terpisah, teknologi Bluetooth dirancang untuk menyatukan berbagai protokol komunikasi agar perangkat bisa saling terhubung.

Logo Bluetooth pada dasarnya terbentuk dari dua huruf rune Younger Futhark, yakni “Hagall” (H) dan “Bjarkan” (B) yang digabung menjadi satu.

Younger Futhark atau rune Skandinavia adalah alfabet rune yang terdiri dari 16 karakter.

Rune ini ditemukan di Skandinavia dan pemukiman zaman Viking yang ada di luar negeri yang digunakan sekitar abad ke-9 dan seterusnya.

Jika dicocokkan dengan alfabet saat ini, dua huruf tersebut merujuk pada huruf “H” dan “B” yang merupakan inisial dari King Harald “Blatand” Gormsson.

Ia adalah Raja Viking yang menguasai Denmark dan Norwegia dari tahun 958-985.

Salah satu pencapaian terbesarnya adalah menyatukan Denmark dan Norwegia di bawah kekuasaannya.

“Blatand” sendiri merupakan bahasa Denmark yang berarti gigi biru atau dalam bahasa Inggris “bluetooth”.

Dokumen pertama yang merujuk asal muasal panggilan “Blatand” kepada Raja Viking, ditemukan di karya Chronicon Roskildense (sejarah Roskilde) yang ditulis dalam Bahasa Latin.

Dalam dokumen tersebut diceritakan bahwa Harald “Blatand” dikenal memiliki gigi mati yang berwarna biru keabu-abuan yang sangat gelap.

Dari ciri khasnya itulah julukan “Blatand” alias si gigi biru disematkan kepada Harald.

Hari ini, hampir tidak ada pengguna yang memikirkan kisah abad pertengahan saat ikon Bluetooth menyala di layar ponsel.

Padahal simbolismenya tetap relevan. Teknologi ini awalnya dibuat untuk menggantikan kabel data RS 232.

Kini Bluetooth menjadi standar global yang menghubungkan miliaran perangkat di seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *