Mabur.co- Munculnya varian baru Covid-19 kembali menjadi perhatian dunia. Kali ini, subvarian yang dijuluki “Cicada” ramai diperbincangkan setelah terdeteksi di sejumlah negara dan disebut memiliki mutasi yang cukup banyak. Virus ini awalnya terdeteksi di Afrika Selatan, kemudian menyebar ke Amerika Serikat hingga menjangkau kawasan Eropa.
Saat ini, varian Cicada telah terdeteksi di sedikitnya 23 negara. Peningkatan kasus di berbagai wilayah membuat para ahli kesehatan memberikan perhatian serius terhadap potensi dampaknya.
Kondisi ini kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan serta respons cepat dalam menghadapi ancaman kesehatan global.
Salah satu hal penting yang perlu diketahui masyarakat adalah gejala yang ditimbulkan umumnya mirip dengan varian Covid-19 lain yang saat ini beredar.
Mengutip USA Today, Selasa (31/3/2026), varian dengan kode BA.3.2 ini kini sedang dipantau oleh otoritas kesehatan dunia karena potensi penyebarannya.
Varian BA.3.2 dilaporkan telah ditemukan di sekitar 22 negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Inggris, dan sejumlah negara di Eropa.
Di Amerika Serikat, varian ini bahkan telah terdeteksi di banyak wilayah, termasuk melalui pemantauan sampel limbah yang digunakan untuk melacak penyebaran virus.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyebut varian ini sebagai salah satu yang perlu diawasi karena menunjukkan peningkatan kasus dalam pemantauan rutin.
“Pemantauan penyebaran BA.3.2 memberikan informasi penting terkait kemampuannya menghindari kekebalan dari infeksi sebelumnya atau vaksinasi,” tulis CDC dalam laporannya.



