Mabur.co– Setiap kali kapal nelayan meninggalkan dermaga, pemandangan itu selalu memancarkan semangat.
Mesin mulai meraung, tali tambat dilepas, dan kapal perlahan bergerak menuju laut lepas. Bagi sebagian orang, melaut mungkin tampak seperti rutinitas sehari-hari.
Namun di balik layar yang terkembang dan jaring yang ditebar, terdapat serangkaian persiapan panjang yang menentukan apakah perjalanan itu akan membawa hasil tangkapan yang melimpah atau justru risiko yang besar.
Setiap pagi, jauh sebelum kokok ayam memecah Subuh, perahu-perahu kecil itu sudah membelah gelombang.
Lengan-lengan yang kokoh menggenggam kemudi, mata yang tajam menatap cakrawala yang masih gelap, dan bibir yang komat-kamit dalam doa yang sama sejak ribuan tahun silam untuk mohon keselamatan, mohon rezeki, mohon pulang.
Mereka adalah nelayan Indonesia. Mereka adalah tulang punggung bangsa yang terlalu sering dilupakan oleh denyut kemewahan kota.
Indonesia adalah negara yang dianugerahi laut terluar biasa di bumi. Dengan garis pantai sepanjang lebih dari 108.000 kilometer dan perairan yang diapit dua samudra raksasa yakni Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Setiap kali kapal nelayan meninggalkan dermaga, pemandangan itu selalu memancarkan semangat. Mesin mulai meraung, tali tambat dilepas, dan kapal perlahan bergerak menuju laut lepas.
Bagi sebagian orang, melaut mungkin tampak seperti rutinitas sehari-hari. Namun di balik layar yang terkembang dan jaring yang ditebar, terdapat serangkaian persiapan panjang yang menentukan apakah perjalanan itu akan membawa hasil tangkapan yang melimpah atau justru risiko yang besar.
Melaut bukan hanya soal keberanian menghadapi ombak dan angin. Lebih dari itu, melaut adalah soal perencanaan, persiapan, dan pengetahuan.
Nelayan yang baik bukan hanya pandai mencari ikan, tetapi juga paham bagaimana mempersiapkan segala sesuatu agar kegiatan penangkapan berjalan aman, efisien, dan menguntungkan.
Selain kerja keras, nelayan juga mengandalkan pengetahuan alam dalam menentukan waktu melaut. Salah satunya dengan membaca fase bulan yang berpengaruh terhadap aktivitas ikan.
Pada fase bulan mati, cahaya minim membuat beberapa jenis ikan lebih aktif di permukaan laut. Sementara saat bulan separuh, aktivitas ikan relatif stabil dan kondisi laut dinilai cukup baik.
Sebaliknya, fase bulan purnama sering dihindari karena cahaya terang membuat ikan lebih waspada dan cenderung bergerak ke perairan yang lebih dalam.
Tak hanya itu, gaya gravitasi bulan juga memengaruhi pasang surut air laut. Perubahan ini berdampak pada distribusi nutrien dan plankton yang menjadi sumber makanan ikan, sehingga ikut menentukan pola pergerakan ikan dan predatornya.
Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) UGM, Najmah Munawaroh, menuturkan, Pantai Depok, Kabupaten Bantul, merupakan pantai yang memiliki potensi ikan sangat melimpah. Bahkan, pantai ini menjadi salah satu pusat dari sentra kuliner ikan di Yogyakarta.
Sayangnya, hasil tangkapan ikan belum optimal karena sebagian besar nelayan melaut dengan cara tradisional.
Dalam dua tahun terakhir hasil tangkapan mengalami penurunan sehingga produktivitas nelayan maupun pantai menurun.
“Pantai Depok memiliki potensi ikan yang sangat besar apabila dibandingkan dengan pantai lainnya di Kabupaten Bantul. Namun, penghasilan nelayan menjadi kurang optimal karena nelayan hanya menggunakan peralatan yang sederhana dan belum menunjukkan di mana lokasi ikan berada,” katanya, Selasa (7/4/2026).
Najmah, mengatakan, untuk mempermudah mencari lokasi ikan, para nelayan bisa menggunakan Kalender Pintar Nelayan Berbasis Sistem Informasi Geografi.
“Kalender ini sangat baik digunakan nelayan sehingga mereka dapat lebih efektif dan efisien ketika melaut,” katanya.
Najmah, menjelaskan, membaca Kalender Pintar Nelayan cukup sederhana. Hanya dengan memasukkan koordinat yang telah ada pada kalender maka nelayan akan diarahkan menggunakan GPS ke arah mana mereka harus berlayar.
“Ketika nelayan menerapkan hal ini setiap kali melaut, nelayan akan lebih terarah dan lebih efisien dalam mendapatkan ikan sehingga produktivitas nelayan akan meningkat,” pungkasnya.



