Mabur.co– Mendengar nama Husein Sastranegara, maka orang akan berpikir tentang bandara dan Kota Bandung. Nama ini memang identik pada sebuah bandara utama di Kota Bandung. Namun sebenarnya, bukan hanya wilayah yang berjuluk Kota Kembang saja yang melekat dengan nama ini.
Gubernur AAU, Marsda TNI Donald Kasenda, menuturkan, nama Husein Sastranegara juga melekat dengan Kota Yogyakarta.
Karena di kota ini pula, sang pahlawan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Semaki, setelah gugur saat pesawat yang dikemudikannya jatuh di Kota Yogyakarta. Padahal pesawat yang dinaikinya sedang dalam uji terbang sebelum digunakan untuk tugas negara.
Awalnya, Husein yang berpangkat Komodor Udara ini mendapat tugas untuk uji terbang atau test flight menggunakan pesawat cukiu yang merupakan peninggalan Jepang di era perang dunia ke-2.
“Rencananya, pesawat tersebut bakal dinaiki Perdana Menteri Sultan Sjahrir dari Yogyakarta ke Malang,” ucapnya, Kamis (9/4/2026).
Donald Kasenda mengatakan, sebagai penghormatan dan penghargaan atas jasa besarnya, maka dibangunlah monumen Komodor Muda Udara (Anumerta) Husein Sastranegara di lokasi jatuhnya pesawat di wilayah Gowongan Lor, Yogyakarta.
Terletak di kompleks Panti Asuhan Anak Terlantar Wiloso Projo di bawah Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta.
Donald Kasenda mengatakan, pembangunan monumen ini tidak hanya sebagai penanda fisik, tetapi juga sebagai media pengingat kolektif akan nilai-nilai luhur kepahlawanan.
“Monumen ini diharapkan dapat menanamkan semangat juang, keberanian, dan pengabdian Komodor Udara Husein Sastranegara serta teknisi Rukidi kepada generasi masa kini dan mendatang,” ungkapnya.


