Pabrik Gula Madukismo Kembali Gelar Tradisi Cembengan atau Kirab Tebu Temanten - Mabur.co

Pabrik Gula Madukismo Kembali Gelar Tradisi Cembengan atau Kirab Tebu Temanten

Mabur.co – Pabrik Gula Madukismo yang terletak di Kasihan, Bantul, Yogyakarta kembali menggelar tradisi Cembengan, berupa kirab Tebu Temanten, Sabtu (11/04/2026) hari ini.

Tradisi Cembengan atau Kirab Tebu Temanten ini dilakukan dengan mengarak sepasang ‘pengantin’ tebu mengelilingi kawasan pabrik, sebagai penanda dimulainya musim giling dan suling tebu tahun ini.

Dimulai sekitar pukul 14.00 iring-iringan rombongan ‘pengantin’ tebu nampak diarak dengan dikawal sejumlah prajurit bregodo serta iring-iringan bermacam kesenian tradisional. 

Mereka berjalan mengelilingi kawasan pabrik dengan disambut antusias warga masyarakat sekitar yang memenuhi lokasi untuk menyaksikan tradisi rutin tahunan ini.

Dalam rombongan nampak dua buah tebu yang dihias sedemikian rupa hingga menyerupai boneka manusia laki-laki dan perempuan seolah-opah merupakan pasangan pengantin. 

Dibawa menggunakan kereta kuda, kedua tebu yang dijadikan “pengantin”  ini merupakan tebu pilihan terbaik yang dihasilkan perkebunan tebu di DIY maupun Jawa Tengah.

Tahun ini, tebu perempuan bernama Nyi Petak berasal dari Minggir, Sleman. Sedangkan tebu laki-laki bernama Kyai Tumpak berasal dari Magelang.

Sebelum diarak, sepasang pengantin tebu ini telah melakukan prosesi ijab kabul di masjid terdekat, lengkap dengan mas kawin berupa uang yang menjadi simbol harapan jumlah gula yang nantinya dihasilkan.

Setelah prosesi arak-arakan selesai, pasangan tebu pengantin ini kemudian dibawa menuju area penggilingan. Disana pengantin tebu ini kemudian diserahkan dari bagian tanaman kepada pihak pabrik sebagai tebu pertama yang digiling. 

Proses penggilingan tebu pertama inilah yang secara resmi menandai dimulainya proses produksi gula di Pabrik Gula Madukismo selama beberapa bulan ke depan.

Selain menjadi kegiatan pelestarian budaya, tradisi ini juga digelar untuk memohon doa keselamatan agar proses giling dan suling tahun ini berjalan lancar.  Selain juga harapan agar hasil panen tebu di tahun berikutnya menjadi lebih melimpah.

Di tahun 2026 ini Pabrik Gula Madukismo akan memulai proses penggilingan pada 19 April 2026. Musim giling diproyeksikan berlangsung selama lima hingga enam bulan dengan target produksi mencapai 4,8 juta kuintal.

Begitu dimulai, proses penggilingan tebu di Pabrik Gula Madukismo ini dilakukan secara non stop atau tanpa berhenti dengan memanfaatkan mesin-mesin tua berukuran raksasa. 

Mesin-mesin giling ini biasanya baru akan berhenti begitu pasokan tebu dari berbagai daerah baik di DIY, Jawa Tengah maupun Jawa Timur telah habis. 

Tak hanya dinantikan oleh warga masyarakat sekitar, Tradisi Cembengan atau Kirab Tebu Temanten ini juga selalu ditunggu-tunggu para karyawan pabrik gula Madukismo itu sendiri.

Pasalnya mayoritas karyawan buruh di pabrik ini umumnya hanya akan bekerja dan mendapat penghasilan ketika musim giling berjalan.

Hal itu hanya berlangsung sekitar 5 hingga 6 bulan setiap tahunnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *