Mabur.co- Red Sprite adalah sebuah fenomena langit, yang disebabkan oleh pelepasan listrik berskala besar yang terjadi di lapisan mesosfer.
Melansir Earth, fenomena ini biasanya terjadi ketika badai petir besar tengah melanda.
Selain itu, kondisi ini biasanya juga dipicu oleh pelepasan petir positif di antara awan petir dan permukaan tanah.
Red Sprite terkadang disebut sebagai petir yang terjadi di atmosfer atas.
Namun sejatinya, ini merupakan fenomena plasma (wujud dasar zat keempat yang memiliki muatan ion dan elektron) dingin, yang tidak memiliki saluran suhu panas seperti petir sehingga lebih mirip dikatakan sebagai pelepasan tabung fluoresen dibandingkan pelepasan petir.
Fenomena itu disebut sebagai salah satu fenomena besar, sebab ukuran yang ditimbulkan oleh Red Sprite bisa menjadi 50-100 kilometer, dan hanya terjadi dalam waktu yang sangat singkat.
Red Sprite termasuk dalam kelompok fenomena misterius dan penuh warna yang disebut Transient Lumious Event (TLE).
Fenomena ini pertama kali dibuat oleh Toynbee dan Mackenzie pada 1886, yang menyatakan bahwa gangguan listrik dapat terjadi di atmosfer bagian atas.
Sprites bukan bagian dari sambaran petir biasa, melainkan muncul jauh di atas awan badai —sekitar 50 hingga 90 kilometer di atas permukaan bumi, di lapisan mesosfer.
Karena letaknya sangat tinggi, sprites sering tampak seperti kilatan merah kejinggaan yang samar, kadang berbentuk seperti kolom, kerucut, atau ubur-ubur bercahaya.
NASA menggambarkan sprites sebagai puncak dari aktivitas listrik atmosfer yang terjadi jauh di atas awan badai. ***



