Sebelum Iran, Indonesia Pernah Diserang Jet Tempur dan Dibom Amerika Serikat - Mabur.co

Sebelum Iran, Indonesia Pernah Diserang Jet Tempur dan Dibom Amerika Serikat

Mabur.co – Intervensi militer Amerika Serikat yang menyerang dengan mengerahkan pesawat jet dan menjatuhkan bom ke suatu negara berdaulat, bukanlah suatu hal yang baru. 

Sebelum menyerang ibu kota Teheran (bersama Israel) hingga menewaskan pemimpin tinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Amerika Serikat juga pernah melakukan hal yang sama ke sejumlah negara lainnya. 

Selain Iran, sejumlah negara seperti Irak, Suriah, Libya, Yaman, Somalia, Nigeria, hingga Venezuela pernah merasakan operasi militer termasuk serangan udara dari Amerika Serikat.

Bahkan jauh sebelum serangan AS-Israel terhadap Iran terjadi seperti saat ini, sekitar tahun 1960-an, Indonesia juga pernah mendapat serangan serupa dari Amerika Serikat, meski akhirnya serangan itu berhasil digagalkan. 

Dikutip dari berbagai sumber, peristiwa itu terjadi pada 1958, saat Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) melancarkan operasi rahasia militer untuk mendukung pemberontakan PRRI atau Permesta dengan mengirimkan sejumlah persenjataan, amunisi hingga pesawat pengebom B-26.

Termasuk sejumlah pilot tempur untuk menyerang sasaran militer dan ekonomi di Ambon dan Manado.

Pada pertengahan bulan April 1958, para pemberontak dengan dukungan penuh Amerika tercatat melakukan serangan dengan membombardir sejumlah pangkalan udara Indonesia di Kalimantan, Sulawesi hingga Maluku, dan berhasil menghancurkan sejumlah armada pesawat maupun kapal milik TNI.

Selain melemahkan posisi TNI, serangan Amerika Serikat terhadap Indonesia yang disebut dengan operasi ‘Haik’ itu juga dilakukan dengan tujuan utama mendukung gerakan para pemberontak PRRI/Permesta dan menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno kala itu yang dianggap condong ke paham komunis.

Menggunakan pesawat Light Bomber atau pengebom ringan bermesin ganda B-26, seorang pilot CIA bernama Allen Lawrence Pope, bahkan pernah membuat pernyataan telah membom dan menewaskan banyak tentara Indonesia yang disebutnya sebagai komunis. 

Namun pada 18 Mei 1958, pesawat yang dikendarai Pope berhasil ditembak jatuh oleh Kapten Ignatius Dewanto dari AURI menggunakan senjata antipesawat.

Pilot CIA itu kemudian ditangkap, disidang, dan divonis mati, meski akhirnya dibebaskan pada 1962 dengan sejumlah syarat dari Indonesia.

Tertangkapnya Pope itu menjadi bukti kuat keterlibatan serta dukungan penuh CIA dan Amerika Serikat dalam upaya mendukung kegiatan pemberontak dan ikut berupaya melakukan penggulingan pemerintahan Indonesia yang sah di bawah Presiden Soekarno. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *