Mabur.co- Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Indonesia kembali diwarnai perbedaan waktu pelaksanaan di sejumlah daerah.
Saat sebagian besar umat Muslim di Indonesia masih menantikan penetapan resmi 1 Syawal 1447 Hijriah, warga Muslim di Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah pada Kamis dengan melaksanakan Salat Id di Masjid Hasan Soleman sejak pagi hari.
Imam Masjid Hila, Abdul Kadir Ollong, di Ambon menuturkan, perayaan Idulfitri di Hila tahun ini berlangsung lebih awal dibandingkan penetapan pemerintah.
Warga setempat diketahui menjalankan puasa Ramadan dua hari lebih dulu, karena menggunakan perhitungan penanggalan sendiri yang diwariskan secara turun-temurun.
“Untuk penetapan 1 Ramadan, kita mulai menghitung dari 1 Muharram 1447 Hijriah. Dan semua itu seirama sampai dengan 1 Syawal hari ini,” kata Imam Masjid Hila, Abdul Kadir Ollong, di Ambon, Kamis (19/3/2026), dilansir Antara.
Sementara itu, Khatib Yusuf Lating dalam khutbahnya mengingatkan jemaah akan pentingnya meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Ia menyoroti kondisi moral masyarakat yang dinilainya mulai mengabaikan nilai-nilai agama.
“Krisis kita hari ini adalah krisis tidak takut kepada Allah SWT. Kita masih bertindak tanpa memikirkan dampaknya. Hal-hal negatif dianggap biasa. Mari kita ubah sikap ini dengan menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang banyak,” ujarnya.
Usai pelaksanaan Salat Id, warga melanjutkan tradisi bersalam-salaman sebagai bentuk saling memaafkan.
Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di seluruh negeri, dengan warga saling berkunjung ke rumah keluarga dan kerabat.
Pelaksanaan Idulfitri di Hila berlangsung lancar dan penuh rasa syukur, menandai berakhirnya bulan Ramadan yang dijalani selama 30 hari.
Diketahui, selain Negeri Hila, ada beberapa negeri di Leihitu, Maluku Tengah, yang sudah melaksanakan Lebaran Idulfitri hari ini, di antaranya, Negeri Wakal, Negeri Lima dan Seith. ***



