Andai aku seorang presiden, kekuasaan bagiku bukan singgasana, melainkan amanah yang melampaui beban sejarah. Aku tidak akan mengaum sebagai singa podium, melainkan berdiri sebagai prajurit tua yang tetap berjejak di bumi, setia melindungi dan menjunjung Ibu Pertiwi.
Indonesia terlalu agung untuk dipimpin dengan ambisi semata. Ia bukan sekadar gugusan pulau, tetapi satu jiwa yang dirajut oleh luka, harapan, dan doa. Memimpin berarti mendengarkan —suara nelayan yang kehilangan laut, petani yang menunggu harga adil, buruh yang lelah dengan rintihan lirih.
Aku hadir bukan sebagai penguasa yang berkunjung, tetapi sebagai sesama manusia yang memahami bahwa suara rakyat tak selalu terucap, namun terasa bagi nurani yang hidup.
Masa depan bangsa ditentukan oleh kualitas dan karakter manusianya. Pendidikan harus membentuk manusia utuh: berpikir jernih, berhati lembut, beretos kerja dan integritas kukuh, berani bertanggung jawab.
Guru adalah penjaga api peradaban yang patut dimuliakan. Jati diri bangsa mesti dirawat. Budaya tidak boleh membeku di museum, tetapi hidup dalam keseharian, menjadi akar yang menguatkan kita di tengah perubahan zaman.
Niat baik tidak cukup tanpa pembenahan tata kelola. Negara harus diurus dengan kejujuran yang dilembagakan. Aku akan bertanya pada birokrasi: siapa yang kita layani —rakyat atau elit oligarki.
Hukum harus kembali adil, tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Tak boleh ada ruang bagi korupsi, dan tak boleh ada kekebalan bagi siapa pun.
Kemakmuran pun harus berkeadilan. Indonesia terlalu kaya untuk terus miskin, tetapi sumber daya alam tak akan menyejahterakan bila hanya diekstraksi mentah.
Aku ingin Indonesia beranjak dari ekonomi yang menguras menuju ekonomi yang inovatif yang berkelanjutan, dan membuka mobilitas sosial yang inklusif.
Pada akhirnya, aku menunduk —bukan karena lelah, tetapi karena hormat. Menjadi presiden bukan puncak, melainkan awal pertaruhan kesetiaan pada rakyat dan tanah air.
Aku ingin dikenang bukan karena pangkat atau pidato, tetapi sebagai pelayan yang mencintai Indonesia dengan terang visi, kerja nyata, hati bersih, dan doa agar negeri ini adil, makmur dan bahagia. ***



