Etos Karbala - Mabur.co

Etos Karbala

Asghar Ali Engineer, akademisi terkemuka India yang menulis Liberation Theology in Islam, dalam satu esainya mengatakan, “Revolusi Iran (1979) menandakan dimulainya stigmatisasi wajah fundamentalis Islam secara pejoratif di jazirah Arab. Sejak itulah, para pengamat (influenser), akademisi, dan juga media (terutama?), mempejoratifkan kata fundamentalisme.”

Memangnya tidak ada fundamentalisme non-Islam di Amerika dan negara-negara Barat?

Menurut Asghar, revolusi itu membuat Amerika dan Barat ngeri, pengaruh politik ekonomi mereka di Timur Tengah terancam runtuh.

Revolusi Iran yang meruntuhkan monarki Pahlevi dan sering dianggap sebagai revolusi terbesar ketiga di dunia setelah Revolusi Prancis dan Revolusi Bolshevik, memang populer dan punya pengaruh luas di dunia.

Inilah revolusi yang, di antara pemeran utamanya, merupakan hasil kerjasama kaum bazari (pedagang tradisional) dan para mullah.

Kaum bazari menyediakan dana melalui pajak religius, mendanai mogok kerja, keluarga tahanan, dan distribusi kaset khotbah Khomeini.

Mereka mengorganisir pemogokan besar di bazar Teheran dan kota lain sejak 1977-1978, dan melumpuhkan ekonomi Shah Mohammad Reza Pahlavi, cecunguk negara-negara Barat.

Inilah revolusi yang merupakan hasil dari koalisi luas: ulama (ideologi), bazari (finansial dan logistik), buruh (mogok minyak), mahasiswa, nasionalis, dan kaum Marxis.

Koalisi sipil paling sempurna.

“Bila keadilan sudah tegak, keberanian tidak lagi dibutuhkan.” (Imam Ali AS).

Itulah yang ditakuti Amerika, Barat, dan para begundal slagordenya. Karena itu Iran harus dipejoratifkan. Tidak cukup, Iran diembargo secara ekonomi sejak Revolusi 79 oleh AS dan para sekutu, Hatta, hari ini.

Matikah bangsa Iran setelah 47 tahun diembargo? Lihat saja kemampuan perlawanan mereka di hari-hari bulan suci Ramadan ini, untuk memahami Etos Karbala.

Dalam konsep ketangguhan (resilient) dikatakan: “komunitas yang tangguh adalah mereka yang berhasil menyerap ancaman, beradaptasi, dan melakukan transformasi.”

Seperti tahun 79, dibunuhnya Ali Khamenei, menimbulkan pro kontra. Pelan-pelan, narasi digiring untuk mendukung Trump dan Netanyahu. Padahal jelas-jelas kedaulatan Iran yang diserang, seperti mereka menyerang Venezuela.

Kalian tak suka Iran? Gampang! Tutup mata dan otak Anda. Hapus Iran dari kesadaran geografis di otak kalian. Semoga makin tumpul.

“Lebih mudah menghancurkan gunung menjadi debu, daripada menumbuhkan cinta di hati Anda yang dipenuhi kebencian.” (Imam Ali AS). (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *