Memoar Broken Strings Karya Aurelie Moeremans dan Geger Genjik Dunia Literasi Internasional

Dunia literasi internasional sedang dihebohkan dengan buku berjudul Broken Strings karya Aurelie Moeremans, seorang selebritis blasteran Belgia dan Indonesia yang akun Instagram miliknya ternyata diikuti 3,4 juta makhluk homo sapiens sedunia!

Buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans yang dirilis pada 10 Oktober 2025 itu mendadak menggegerkan dunia literasi  di Indonesia karena merupakan memoar yang jika Anda membacanya harus siap menahan napas panjang.

Isi buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans menjadi membuat geger genjik (heboh) masyarakat Indonesia karena merupakan memoar yang isinya  berupa pengalaman pahit masa kecil sebagai korban child grooming atau dikenal juga secara luas dengan istilah kekerasan seksual anak.

Dibeberkan di dalam buku Broken Strings, Aurelie Moeremans mengalami kekerasan seksual saat dirinya masih berumur 15 tahun. Saat itu ia dimangsa predator bangsat yang membubuhkan kenangan pahit pada tubuh, pikiran, dan terlebih lagi jiwa atau perasaannya.

Tentu saja kita tidak habis pikir bahwa predator seksual tetap saja bergentayangan di belahan bumi mana pun dan sepertinya susah untuk diberantas. Bahkan di zaman teknologi seperti sekarang yang jika melakukan tindakan tidak menyenangkan bisa diviralkan dengan mudah melalui ponsel, para predator pemangsa anak itu bisa saja tetap berkembang biak dengan “baik dan merata”.

Dalam Instagram Aurelie Moeremans disebutkan, buku Broken Strings telah dibaca sekitar 60 ribu kali hingga awal Januari 2026. Bahkan buku itu akhirnya juga dibagikan secara gratis dalam bentuk e-book yang terbit dalam bahasa Inggris dan Indonesia.

Pastilah banyak hikmah yang bisa dipetik dari kisah hidup Aurelie Moeremans. Misalnya, menguatkan hati para penyintas, orang yang senasib sependeritaan. Ini yang terpenting karena para penyintas harus selalu ditemani dan dikuatkan hati serta iman kehidupannya agar terhindar dari trauma.

Sebagai bagian dari masyarakat buku Indonesia, saya tentu saja merasa prihatin dengan peristiwa yang pernah menimpa Aurelie Moeremans. Jika ditelusuri rekam jejak Aurelie Moeremans, ia merupakan orang yang mempunyai talenta kreatif melimpah ruah. Bisa menyanyi, bisa main film, dan bisa menulis buku. Boleh jadi masih banyak lagi talenta lainnya yang tersembunyi dan tidak semuanya diketahui publik.

Jika melihat sisi multi talenta yang dimilikinya itu, pastilah kita berharap mampu menghibur perjalanan hidupnya dan semakin mengenyahkan depresi yang pernah menimpanya, akibat peristiwa kekerasan seksual di usia praremaja itu.

Pastilah kita juga terharu bahwa upaya Aurelie Moeremans membagikan kisah pahitnya lewat buku Broken Strings mendapatkan dukungan sang suami, Tyler Bigenho, bahkan direncanakan versi cetaknya akan terbit lagi dengan konsep dan ilustrasi yang tidak sama dengan buku pertama.

Jika melihat tampilan Instagram yang ada, sepertinya Aurelie Moeremans memang sudah melewati masa kritis dan hidup penuh kebahagiaan. Semoga juga sudah bisa melupakan peristiwa pahit berupa kekerasan seksual anak yang pernah menimpanya.

Foto-foto di Instagram Aurelie Moeremans cukup jelas menunjukkan momen-momen kebahagiaan yang pernah dilalui. Termasuk menunjukkan perutnya yang buncit karena hamil dan mengingatkan saya pada gaya artis jadul Demi Moore di banyak majalah. Lewat film Ghost yang populer pada 1990 dan menemani masa SMP, saya mulai mengenal artis Demi Moore yang sering tampil sensasional itu.

Semoga saja terbitnya buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans memang mampu menepis mimpi buruk masa lalu agar tidak hadir gentayangan seperti hantu yang mengerak dalam memori. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *