Pemerintahan Prabowo-Gibran Melahirkan Inflasi Antek-antek Asing? “Pokoknya Ada!” - Mabur.co

Pemerintahan Prabowo-Gibran Melahirkan Inflasi Antek-antek Asing? “Pokoknya Ada!”

Mabur.co – Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, baru-baru ini kembali menghebohkan publik, lewat keterangan pers di Istana Kepresidenan, bahwa saat ini sedang muncul fenomena baru bernama “inflasi pengamat”.

Menurut Teddy, fenomena “inflasi pengamat” muncul akibat banyaknya orang-orang (yang mengaku pengamat) bersuara miring terkait kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, yang baru berjalan 1,5 tahun ini.

Saking kencangnya suara-suara pengamat tersebut, akhirnya muncul seruan untuk menggulingkan presiden Prabowo beserta Wakilnya, Gibran, sebelum masa jabatan mereka usai pada 2029 mendatang.

Sekilas memang kata “inflasi pengamat” cukup masuk akal diucapkan oleh pemerintah, sebagai pihak yang menjadi sasaran kritik.

Hanya saja, seperti yang sudah terjadi berulang kali sebelumnya, pernyataan itu seolah-olah hanya berusaha meng-counter apa yang menjadi keresahan publik, terkait pemerintahan yang sedang berkuasa saat ini.

Terlebih dalam berbagai kesempatan, presiden Prabowo juga berulang kali menyebut kata “antek-antek asing”, yang disinyalir merupakan pihak-pihak yang sengaja ingin memecah belah bangsa, melalui aksi-aksi provokasi yang didanai oleh pihak asing (luar negeri).

Dengan narasi semacam itu, tentu saja para pengamat yang berkumpul dalam halal bihalal “Sebelum Pengamat Ditertibkan” pada akhir Maret lalu juga merupakan bagian dari “antek-antek asing”. Dimana seruan untuk melakukan pemakzulan kepada presiden Prabowo juga merupakan rencana aksi yang didanai oleh pihak asing.

Pada akhirnya, yang terjadi bukan lagi sekadar “inflasi pengamat”, melainkan juga “inflasi antek-antek asing”.

Karena kinerja pemerintahan yang buruk akan melahirkan “inflasi pengamat” (termasuk dari masyarakat biasa), dan ketika semua “pengamat’ itu menyatakan satu suara untuk menggulingkan pemerintahan Prabowo-Gibran, disitulah akan muncul istilah “inflasi antek-antek asing”.

Padahal yang bisa menghentikan “inflasi pengamat” maupun “inflasi antek-antek asing” itu sejatinya adalah pemerintah itu sendiri, yang seharusnya bekerja dengan prinsip “Asal Rakyat Senang”, bukan justru “Asal Bapak (Prabowo) Senang”.

Karena keterpilihan Prabowo adalah hasil dari pilihan rakyat, maka tidak heran jika Prabowo harus lebih mengutamakan kesenangan dan kebahagiaan rakyat, bukan kesenangannya sendiri beserta para koalisi dan pendukungnya.

Lalu ketika satu Indonesia (kecuali koalisi dan pendukung Prabowo-Gibran) telah menyatakan dukungannya untuk memakzulkan presiden dan wakil presiden yang sedang berkuasa saat ini, apakah itu artinya “Indonesia sedang dikepung oleh pasukan ‘antek-antek asing'”?

Dan apakah di setiap pidato, Prabowo, layaknya Seskab Teddy, hanya berusaha meng-counter omon-omon dari berbagai macam pengamat? Yang jumlahnya saja tidak sampai 10% dari total koalisi dan pendukung yang dimiliki oleh Prabowo Subianto sebagai RI 1.

Dengan kata lain, pemerintah langsung terusik (dan fokus) pada omon-omon segelintir pengamat, tapi lupa bahwa pekerjaan menjadi presiden tidak perlu berurusan dengan para pengamat.

Jadi, apakah pemerintahan Prabowo-Gibran benar-benar telah melahirkan “inflasi antek-antek asing” baru? Pokoknya ada! (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *