Air Waduk Jatigede Surut, Masjid Al Ikhlas Sumedang pun Menyembul

2 Min Read
Abandoned concrete building with arched openings in a desolate, rubble-strewn landscape.
Potret masjid di Waduk Jatigede. (Dok. Istimewa)

Mabur.co – Ada pemandangan tak biasa di tengah surutnya Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat. Sebuah bangunan masjid yang selama bertahun-tahun berada di bawah genangan air kini perlahan kembali menampakkan wujudnya.

Bangunan itu adalah Masjid Al Ikhlas, yang berada di kawasan bekas permukiman Dusun Betok, Desa Sukamenak, Kecamatan Darmaraja.

Potongan Masa Lalu yang Tersembunyi

Kemunculannya seolah membawa kembali potongan masa lalu yang selama ini tersembunyi di balik luasnya permukaan waduk.

Meski bagian atapnya sudah tidak ada, bangunan itu masih berdiri dan ornamen lafaz Allah serta Muhammad di bagian atas dindingnya tampak jelas.

Air yang menyusut secara signifikan membuat kawasan yang sebelumnya tak terlihat mulai terbuka. Tanah kering, retakan di permukaan, hingga sisa-sisa kawasan permukiman perlahan kembali muncul.

Salah satu warga, Anwar, menuturkan, kawasan tersebut sebelumnya merupakan permukiman sebelum terdampak pembangunan Waduk Jatigede.

Akses Jalan Juga Terlihat

Selain bangunan Masjid Al Ikhlas, sejumlah bagian tembok rumah lama dan akses jalan juga mulai terlihat ketika air waduk surut.

Lahan yang sebelumnya terendam kini menyisakan tanah yang retak. Di sejumlah titik, terlihat banyak kerang mati serta rerumputan yang kemudian dimanfaatkan warga sebagai pakan ternak kambing.

“Kondisi surutnya Waduk Jatigede tahun ini tergolong cukup parah. Menurutnya, kawasan yang kini kembali terlihat merupakan permukiman warga sebelum terdampak pembangunan waduk,” ucapnya dilansir beritasatu.com, Kamis (8/10/2026).

Anwar mengatakan pula, selain bangunan Masjid Al Ikhlas, sejumlah bangunan lama dan akses jalan yang sebelumnya terendam kini mulai kembali terlihat.

Surutnya air waduk juga memberikan manfaat bagi sebagian warga yang memanfaatkan rumput yang tumbuh di lahan bekas genangan untuk pakan ternak.

“Bagi saya yang tukang ngarit, alhamdulillah. Namun, kasihan juga sama yang punya rumah dahulu. Mereka sudah pindah ke mana-mana,” tuturnya.

Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar