Mabur.co– Linimasa media sosial (medsos) dalam sepekan terakhir, sempat dihebohkan dengan polemik yang membayangi anak bangsa di Tanah Air.
Pertama, datang dari viralnya video ‘Cukup Saya WNI, Anak Jangan’ yang diunggah seorang alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Viralnya video itu kini tengah diusut LPDP usai menuai kecaman sebagian warganet yang menilai minimnya rasa nasionalisme dari sang pengunggah konten, berinisial DS.
Selain itu, terdapat pula kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang siswa SMP di Maluku oleh anggota Brimob, berinisial MS.
MS ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penganiayaan yang menyebabkan anak 14 tahun itu wafat, setelah kerasnya helm pelaku sempat melayang tepat di kepala korban.
Terkini, komika senior, Arie Kriting turut mengutarakan pendapatnya terkait dua kasus viral yang membayangi anak bangsa tersebut.
“Betapa membingungkan hidup di negara ini,” tulis Arie memulai pernyataannya dalam unggahan Instagramnya @arie_kriting, pada Minggu, 22 Februari 2026.
Dalam pernyataannya, Arie menyinggung polemik yang melibatkan alumni penerima beasiswa LPDP yang sempat viral di jagat medsos.
“Baru kemarin, rasa nasionalismeku terusik,” kata Arie.
Komedian asal Kendari itu merasa kesal dengan pernyataan awardee LPDP tersebut.
Seorang penerima beasiswa yang hidup dari uang pajak kita, merendahkan negara ini.
“(Tertulis) ‘Cukup aku yang WNI, anakku jangan’, begitu katanya, membuat saya kesal juga,” imbuhnya.
Arie lantas mengingatkan publik agar tidak mudah untuk beralih melupakan tanah kelahiran demi pergi ke negara lain. Hanya karena di negara ini banyak masalah, bukan berarti boleh semudah itu berkhianat.
“Anakku tidak apa-apa terus menjadi WNI, kudoakan semoga dia bisa membawa bangsa ini kepada masa yang lebih baik dari sekarang,” ucapnya.
Berkaca dari hal itu, Arie lantas menyinggung kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang siswa SMP di Maluku oleh anggota Brimob.
Dalam pernyataan yang sama, Arie menyinggung seorang anak sekolah yang masih berusia 14 tahun, namun kini telah meninggal dunia dalam kasus dugaan penganiayaan di Maluku.
Seorang pelajar, usianya masih 14 tahun, kepalanya remuk, dipukul, lalu tersungkur di atas tanah Maluku, nyawanya terenggut.
“Sedih hatiku,” sambung Arie Kriting menggambarkan perasaan hatinya.
Terkait insiden itu, Arie lantas berharap agar kejadian serupa tidak terulang, dan mendoakan agar para prajurit di Tanah Air, senantiasa diberikan kelembutan hati.
“Tuhan, lembutkan hati para ksatria kami, jadikanlah kekuatan dan senjata mereka untuk melindungi anak-anak bangsa ini,” tandasnya. ***



