Bedog Arts Fest 2026, Padukan Seni Ekologis dan Pemberdayaan Masyarakat

4 Min Read
Group of performers in bright, patterned costumes on a lit outdoor stage at night, with purple stage lights and trees in the background.
Bedog Arts Fest (BAF) adalah festival seni pertunjukan ikonik di Yogyakarta yang menggabungkan kreativitas, budaya, dan pelestarian alam. Berlokasi unik di bantaran Sungai Bedog. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Mabur.co – Bedog Arts Fest (BAF) adalah festival seni pertunjukan ikonik di Yogyakarta yang menggabungkan kreativitas, budaya, dan pelestarian alam.

Berlokasi unik di bantaran Sungai Bedog, area ini diubah menjadi panggung magis dengan ribuan lampu senthir.

Mengusung tema “Sambung-Menyambung”, BAF menghadirkan pertunjukan seni modern dan tradisional, kolaborasi seniman dari 19 negara dan 28 daerah, serta program pemberdayaan masyarakat seperti pasar warga.

Seni Ekologis

Sebagai gerakan seni ekologis, festival ini menonjolkan nilai keberlanjutan, edukasi, dan gotong royong, menjadikannya salah satu agenda budaya paling berpengaruh di Yogyakarta.

Program utama Bedog Arts Fest digelar Sabtu (3/10/2026), diawali dengan rangkaian pembukaan berupa arak-arakan dan penyebaran bibit ikan di Sungai Bedog.

Disusul pertunjukan pertama berupa tarian Reog Ponorogo yang atraktif. Penampilan para penari mengundang decak kagum dan tepuk tangan penonton karena mereka menampilkan berulang kali salto dan kelincahan tubuh lain yang terlihat memikat. Total ada enam penampilan di malam pembukaan ini.

Audience seated on stone steps in a dark cavern lit by purple and blue lights with string fairy lights overhead.
Ribuan masyarakat sangat antusias menyaksikan pembukaan Bedog Arts Fest ke-16 yang kembali digelar di Studio Banjarmili, Kradenan, Banyuraden, Sabtu malam (3/10/2026). (Foto: Setiaky A Kusuma)

Board of Creative, Sambung Penumbra menjelaskan, panggung pertunjukan utama festival ini hadir sebagai “pintu masuk”, sebuah titik magnetis yang mengajak masyarakat luas untuk berkumpul, menyaksikan, dan merasakan getaran energi kolektif.

“Panggung ini dibangun tepat di atas aliran Sungai Bedog sebuah lanskap alami yang diolah menjadi ruang pertunjukan terbuka dengan latar memukau ribuan lampu senthir. Cahaya hangat dari lampu-lampu ini menciptakan atmosfer magis, membingkai aksi artistik dalam suasana yang intim dan menyentuh,” ujarnya, Sabtu (3/10/2026).

Close-up of a man with black glasses in front of a bright blue graffiti wall with yellow letters and colorful designs in the background.
Board of Creative, Sambung Penumbra. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Sambung menuturkan, tidak hanya sebagai panggung dalam arti konvensional, ruang ini memperluas dirinya ke pohon-pohon di tepi tebing sungai, hingga kolam mata air. Menjadikannya medan eksplorasi bagi para seniman.

Setiap karya yang tampil di sini menjadi satu kesatuan yang tak terpisah dari alam sekitarnya, menciptakan pengalaman pertunjukan yang khas dan hanya bisa ditemui di Bedog Arts Fest.

“Beberapa karya dari talent dan penampil juga dikolaborasikan dengan warga dan anak-anak sekitar desa penyelenggaraan, guna memperkuat ikatan antara seni dan komunitas lokal, serta memberikan ruang ekspresi yang menyatukan generasi dan budaya,” ucapnya.

Sambung mengatakan, untuk tahun ini acara di Bedog Arts Fest tidak hanya berkutat pada kesenian, tetapi juga merambah sektor kesehatan.

“Ada agenda pilates hingga konsultasi kesehatan mental dengan psikolog. Bagaimana merawat tubuh juga, wellness,” katanya.

Peduli Lingkungan

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan bahwa seni dan budaya memiliki peran penting dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Menurutnya, tema “Ngerawat Rasa” tidak hanya dimaknai sebagai upaya merawat rasa melalui karya seni, tetapi juga merawat hubungan antarmanusia serta hubungan manusia dengan alam.

“Melalui Bedog Arts Fest ini, mari kita terus merawat rasa, merawat kebersamaan, dan merawat lingkungan. Sungai bukan hanya bagian dari ruang hidup kita, tetapi juga memiliki nilai ekologis dan budaya yang perlu dijaga bersama,” ujarnya.

Close-up of a man in a white shirt taking a selfie in front of a colorful mural with bold graphics and text in yellow and blue.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya. (Foto: Setiaky A Kusuma)

Harda berharap, Bedog Arts Fest dapat menjadi ruang bertemunya seniman, masyarakat, komunitas, dan berbagai pihak untuk berkolaborasi serta menghadirkan karya yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem kreatif yang tumbuh dan berkembang dari masyarakat,” katanya.

Sementara itu, salah satu warga, Nuri Subekti mengatakan, Bedog Arts Fest sangat bagus.

“Saya mengapresiasi penyelenggaraan Bedog Arts Fest yang secara konsisten menghadirkan seni, budaya, dan isu lingkungan dalam satu ruang kegiatan. Kreativitas masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam membangun Sleman yang dinamis sekaligus tetap menjaga nilai-nilai lokal,” ucapnya.


Share This Article
Teruslah Berbuat baik kepada siapapun karena hal baik itu, akan kembali padamu dengan berbagai cara
Avatar photo
Pemimpin redaksi mabur.co
Tidak ada komentar