Mabur.co – Sebagai wujud nyata tumbuhnya kesadaran dan tanggung jawab masyarakat dalam pengendalian lingkungan hidup akibat pencemaran air di sepanjang aliran Sungai Bedog, Bupati Sleman Harda Kiswaya, beserta tamu OPD menebar benih ikan nilem saat pembukaan Bedog Arts Fest ke-16 di Studio Banjarmili, Kradenan, Banyuraden, Sabtu (3/10/2026).
Board of Creative, Sambung Penumbra mengatakan, pelepasan benih ikan nilem bukan hanya sebatas seremonial atau pun simbol saja.
Ikan Asli Sungai Bedog
“Mungkin masyarakat melihat seperti ini sepele, tetapi bagi kami pelepasan benih ikan nilem ini sangat dibutuhkan di Sungai Bedog karena ikan nilem adalah ikan asli Sungai Bedog. Saya berharap masyarakat sadar untuk merawat ekosistem ikan nilem,” ujarnya.

Menurut Sambung, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya konservasi sumber daya perikanan guna menjaga keseimbangan ekosistem serta mendukung keberlanjutan populasi ikan lokal.
“Sumber daya perikanan, khususnya ikan lokal, merupakan bagian penting dari kekayaan hayati yang memiliki fungsi ekologis, ekonomis, dan sosial budaya,” terangnya.
Ikan Lokal Perlu Dilestarikan
Sambung menuturkan, keberadaan ikan lokal seperti nilem perlu dijaga kelestariannya, mengingat adanya tekanan terhadap lingkungan perairan yang berpotensi mengancam keberlanjutan populasi ikan, seperti pencemaran dan perubahan tata guna lahan.
“Oleh karena itu, kegiatan edukasi pelestarian keanekaragaman ikan lokal ini menjadi sangat strategis, terutama dalam rangka menumbuhkan kesadaran dan kepedulian generasi muda terhadap pentingnya menjaga ekosistem perairan,” imbuhnya.
Sambung menuturkan pula, ikan nilem sebagai ikan herbivora, nilem memanfaatkan tumbuhan air dan organisme kecil sebagai sumber makanan.
Kebiasaan ini dapat membantu mengurangi pertumbuhan alga yang berlebihan di perairan. Pertumbuhan alga yang tidak terkendali berpotensi menutupi permukaan air, mendorong penumpukan lumpur, dan memengaruhi kadar oksigen di dalam sungai.
Karena itu, keberadaan ikan pemakan tumbuhan seperti nilem menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keseimbangan alami perairan.
“Selain memakan lumut dan alga, ikan nilem juga mengonsumsi detritus berupa sisa bahan organik maupun serpihan daun yang membusuk di dasar perairan. Aktivitas tersebut dinilai dapat membantu mengurangi penumpukan sedimen organik dan menjaga kondisi air,” lanjutnya.
Sambung menjelaskan, manfaat lain dari ikan nilem adalah perannya dalam rantai makanan. Ikan ini mampu mengubah materi tumbuhan dan alga menjadi protein tubuh.
“Dalam ekosistem sungai, nilem berukuran kecil hingga sedang juga dapat menjadi sumber makanan bagi sejumlah ikan predator lokal yang berukuran lebih besar,” paparnya.
Pulihkan Populasi Ikan
Ikan nilem juga kerap dimanfaatkan dalam kegiatan penebaran kembali benih ikan atau restocking. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya memulihkan populasi ikan lokal di perairan yang mengalami penurunan kualitas ekosistem.
“Penebaran ikan nilem diharapkan dapat membantu memperkuat kembali keseimbangan ekosistem sungai sekaligus mengurangi dominasi ikan asing invasif yang berpotensi mengganggu kehidupan biota lokal,” harapnya.
Menurut Sambung lagi, populasi ikan nilem di Sungai Bedog sudah mulai sedikit karena warga kalau mancing di Sungai Bedog lebih banyak dapat ikan sapu-sapu, bawal.
Ikan tersebut harus dikembalikan ke habitat ekosistem, yakni perairan tergenang seperti danau atau rawa-rawa.
“Kami yang tinggal di Sungai Bedog berusaha hadir untuk pelan-pelan bisa edukasi agar masyarakat yang memancing tidak menyetrum. Karena dulu banyak yang menggunakan setrum untuk mendapatkan ikan. Alhamdulilah, semenjak ada Bedog Arts Fest kesadaran masyarakat yang memancing menggunakan setrum stop total. Sudah tidak menggunakan setrum lagi saat memancing,” ucapnya.
