Mabur.co – Baru-baru ini, publik Indonesia digemparkan oleh pengakuan terbuka Aurelie Moeremans melalui buku Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth. Memoar ini menceritakan pengalaman pahitnya sebagai korban grooming saat masih remaja, termasuk manipulasi emosional yang dilakukan oleh orang dewasa.
Kasus Aurelie Moeremans dengan buku Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth menjadi contoh nyata bagaimana buku bisa menjadi media penting bagi isu yang jarang dibicarakan, sekaligus sarana edukasi.
Selain Aurelie Moeremans dengan buku Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth, sebenarnya ada sejumlah artis wanita Indonesia yang juga kerap menggunakan medium buku untuk berbagi pengalaman, refleksi pribadi, dan inspirasi bagi publik. Siapa sajakah mereka?
1. Maudy Ayunda

Lahir di Jakarta pada 19 Desember 1994, Maudy Ayunda dikenal sebagai artis serba bisa yang memiliki background pendidikan tinggi di luar negeri. Sebagaimana dikutip dari ANTARA News, selain menjadi artis dan penyanyi, wanita cantik ini juga kerap menyampaikan pikirannya lewat buku. Sejumlah buku pernah ia tulis, seperti Dear Tomorrow: Notes to My Future Self, yang berisi refleksi tentang pendidikan, mimpi, dan perjalanan hidup anak muda. Lewat tulisannya, Maudy berbagi pesan inspiratif dan pandangan hidup yang mendalam, yang tidak selalu dapat tersampaikan melalui layar kaca.
2. Ayudia Bing Slamet

Ayudia Bing Slamet lahir di Jakarta pada 13 September 1990. Ia dikenal sebagai pemain film hingga sinetron. Sebagaimana dikutip dari Elex Media, Ayudia juga aktif menulis buku. Salah satu bukunya adalah #Teman Tapi Menikah, yang bercerita tentang perjalanan cintanya dari pertemanan hingga menikah. Kisah ini bahkan telah diadaptasi ke layar lebar dan menjadi favorit banyak pembaca karena kejujuran emosional dan pandangannya tentang cinta serta komitmen. Buku ini menegaskan bahwa menulis bisa menjadi medium berbagi pengalaman hidup yang nyata.
3. Prilly Latuconsina

Prilly Latuconsina lahir di Tangerang pada 15 Oktober 1996. Ia begitu populer dan dikenal publik karena memerankan sinetron berjudul Ganteng Genteng Serigala. Selain kariernya sebagai aktris, presenter hingga penyanyi, sebagaimana dikutip dari WOWKeren, Prilly juga aktif menulis puisi dan novel, seperti 5 Detik dan Rasa Rindu, Ruang Tengah Ingatan, dan Fatamorgana. Karyanya menggambarkan emosi remaja, patah hati, dan pencarian jati diri. Tulisan menjadi cara bagi Prilly menyalurkan perasaan yang tidak selalu bisa ia ekspresikan melalui akting.
4. Natasha Rizky

Natasha Rizky lahir di Padang pada 23 November 1993. Publik mengenalnya sebagai pemain sinetron sekaligus mantan istri presenter kondang Deddy Mahendra Desta. Aca, panggilan akrabnya juga kerap menuangkan pikirannya lewat karya puisi maupun buku. Sebagaimana dikutip dari Ada Resensi, buku-bukunya, seperti Katanya Nikah Mudah dan Catatan Kronik, membahas kehidupan perempuan modern, hubungan, dan refleksi spiritual. Wanita cantik sekaligus ibu 3 anak ini menggunakan tulisan untuk berbagi pandangan pribadinya, maupun sisi lain kehidupannya yang tidak selalu terlihat dari citra publiknya di layar kaca.
5. Dian Sastrowardoyo

Siapa tak kenal Dian Sastrowardoyo. Lahir di Jakarta pada 16 Maret 1982, Dian merupakan salah satu artis papan atas Indonesia yang telah membintangi berbagai judul film. Mulai dari Ada Apa dengan Cinta hingga Kartini. Selain dikenal sebagai artis, model, produser, hingga sutradara, wanita cantik ini juga dikenal kerap membagikan pandangannya lewat buku maupun artikel. Sebagaimana dikutip Ada Resensi, salah satu karya Dian Sastrowardoyo adalah buku berjudul Menjadi Dian. Lewat tulisan-tulisannya ia mencoba menampilkan pandangannya tentang kehidupan, seni, dan perempuan modern.
Lewat buku maupun tulisan-tulisannya, para artis wanita ini membuktikan bahwa mereka tidak hanya mampu memerankan peran di layar kaca, tetapi juga menjadi penulis, pemikir, sekaligus juga pencerita kehidupan yang inspiratif, yang mampu menyentuh dan mengedukasi masyarakat secara luas. ***



