Mabur.co– Prestasi membanggakan datang dari dunia religi internasional.
Aisyah Al-Rumy, hafizah cilik asal Pakis, Kabupaten Malang, resmi terpilih menjadi wakil Indonesia dalam ajang bergengsi Dubai International Holy Quran Award.
Aisyah berlomba di kategori “The Most Beautiful Quran Recitation for 2026.”
Di kategori perempuan, Aisyah bersaing dengan Jana Ehab Ramadan dari Mesir dan Sara Abdul Karim Alhlak dari Suriah.
Aisyah lolos setelah melalui dua tahap kualifikasi pada ajang yang diselenggarakan oleh penguasa Dubai, Mohammed bin Rashid Al Maktoum.
Ajang ini sendiri diikuti lebih dari 5.000 peserta dari 105 negara di seluruh penjuru dunia. Di mana setelah proses penilaian oleh dewan juri, dari 5.618 peserta yang mendaftar, sebanyak 525 peserta dinyatakan lolos ke babak kedua atau tahap penyisihan.
Dari ratusan peserta yang berkompetisi, akhirnya sampai pada posisi tiga besar untuk kategori peserta laki-laki dan tiga besar untuk kategori peserta perempuan.
Untuk tiga besar kategori peserta laki-laki ada Abdullah Faisal Al- Buti berusia 14 tahun dari Kuwait, Karrar Layt Saad berusia 11 tahun dari Iraq, dan Omar Aly Awad berusia 12 tahun dari Mesir.
Sedangkan untuk tiga besar kategori peserta perempuan ada Aisyah Ar-Rumy berusia 10 tahun dari Indonesia, Jana Ehab Ramadan berusia 15 tahun dari Mesir, dan Sara Abdul Karim Alhalak berusia 15 tahun dari Suriah.
Aisyah Ar-Rumy sendiri merupakan siswi kelas empat di SD Tahfidz Alquran Daarul Ukhuwwah, Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Ia merupakan anak ketiga dari pasangan Muhammad Qowiyul Huda dengan Maisyaroh Cholila sekaligus cucu dari pengusaha konveksi asal Malang H. Saguanto.
Di usianya yang masih kecil itu, Aisyah telah hafal 26 juz.
Muhammad Qowiyul Huda, ayah Aisyah Al-Rumy, mengatakan, Aisyah saat ini sedang menjalani proses penjurian tiga besar kategori peserta perempuan dalam kompetisi Dubai International Holy Quran Award 2026.
“Aisyah sudah masuk tiga besar untuk kategori peserta perempuan. Ini babak penentuan untuk menentukan pemenang 1, 2 dan 3,” ungkapnya dilansir JatimTIMES, Sabtu (28/2/2026).
Muhammad Qowiyul Huda, menuturkan, kedisiplinan menjadi kunci utama Aisyah dalam menjaga hafalannya.
Membaca Alquran telah menjadi bagian dari rutinitas harian yang tidak terpisahkan.
“Biasanya, Aisyah murajaah (mengulang hafalan) tiga sampai lima juz tiap hari,” ujarnya.
Muhammad Qomiyuh Huda, menuturkan, membaca Alquran merupakan kesehariannya. Aisyah sudah menghafal 26 juz dan rutin mengulang hafalannya tiga sampai lima juz tiap hari.
“Biasanya, Aisyah murajaah tiga sampai lima juz tiap hari,” tandasnya. ***



