Bulan Ramadan, Inilah Tradisi Unik di Berbagai Negara  

Mabur.co – Bulan suci Ramadan selalu menjadi momen istimewa bagi setiap umat muslim di belahan bumi mana pun. Berbagai perayaan pun kerap digelar untuk menyambut bulan Ramadan.

Jika di Indonesia awal bulan Ramadan selalu identik dengan tradisi padusan hingga menabuh kentongan saat Sahur, di sejumlah negara lain tradisi unik menyambut bulan Ramadan pun juga dilakukan. Lalu apa sajakah tradisi itu?

Pembunyian Meriam

Di sejumlah negara Timur Tengah, seperti Lebanon, Mesir, hingga Uni Emirat Arab, momen bulan Ramadan setiap tahun selalu diwarnai dengan tradisi penembakan meriam seremonial.  

Tradisi ini dikenal dengan nama Midfa al Iftar. Sebagaimana dikutip Muslimaid.org, praktik ini diperkirakan sudah ada sejak abad kesepuluh atau kesembilan belas Masehi. Yakni dimulai di wilayah Kairo. 

Biasanya saat bulan Ramadan, sebuah meriam akan ditembakkan di momen tertentu. Yakni saat matahari terbenam, sebagai tanda berakhirnya puasa dan saatnya berbuka puasa. 

Meski di era modern seperti saat ini waktu berbuka puasa dapat diketahui dengan mudah, namun tradisi penembakan meriam ini masih sangat populer dan bertahan hingga hari ini.

Membagi Permen

Sementara itu di Uni Emirat Arab, ada sebuah tradisi yang disebut Hag al Laila. Tradisi ini juga dikenal di Kuwait, dan biasa disebut Gerga’aan. Dimana saat bulan puasa warga akan membagi-bagikan permen kepada anak-anak. 

Dilakukan dua minggu setelah Ramadan dimulai, anak-anak biasanya akan berkeliling ke rumah-rumah tetangga untuk mengetuk pintu dan mengucapkan kata-kata “Atoona Hag Al Laila”, yang berarti “berikan kami permen untuk malam ini”. 

Keluarga anak-anak tersebut kemudian akan berbagi kisah dan cerita penting dari Alquran dengan mereka, semuanya dalam upaya untuk menjelaskan mengapa Ramadan adalah waktu penting dalam setahun. 

Sedangkan di Kuwait, anak-anak biasanya akan mengenakan pakaian tradisional, mengetuk pintu, lalu memamerkan kostum mereka, dan menyanyikan lagu-lagu suci penting sebagai imbalan permen, cokelat, dan makanan manis lainnya. 

Meski tidak bisa dipastikan kapan tradisi ini dimulai, namun beberapa orang berpendapat bahwa tradisi ini muncul meniru kebiasaan putri Nabi, Fatimah (RA), yang kerap berkeliling kota kelahirannya untuk membagikan permen selama Ramadan pertama. 

Saat ini, banyak Muslim di Kuwait melakukan tradisi ini sebagai cara untuk memberikan kenangan indah tentang masa kecil yang penuh kebahagiaan selama bulan Ramadan.

Menabuh Drum

Di Maroko dan Turki, masyarakat punya tradisi unik untuk membangunkan orang sahur di pagi hari. Mereka biasanya akan menunjuk seseorang untuk bangun di pagi hari, sebelum matahari terbit. 

Mereka lalu akan berjalan mondar-mandir di jalan raya dan jalan-jalan kecil, dengan mengenakan sandal, dan topi, sambil meniup terompet besar untuk membangunkan semua orang. 

Terkadang, mereka juga ditemani oleh Tebbal, seseorang yang memainkan gendang. Tradisi penabuh gendang berbaris tradisional Turki ini berasal sejak masa awal Kekaisaran Ottoman.

Selama Ramadan, ribuan orang akan mengenakan pakaian kekaisaran Ottoman tradisional mereka, yang meliputi fez dan rompi berhias indah, dan berbaris melalui jalan-jalan kota dan desa sambil menabuh gendang davul berkepala ganda yang besar. 

Tradisi ini konon berasal dari Bilal Ibn Rabbah, sahabat dekat Nabi Muhammad SAW, yang konon berjalan di jalanan sambil menyanyikan lagu-lagu pada Ramadan pertama.

Semua orang bangun tepat waktu untuk sahur karena suaranya yang lantang dan indah. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *