Mabur.co – Tak banyak yang tahu, Tentara Nasional Indonesia (TNI) ternyata menempatkan sebuah alat utama sistem persenjataan (alutsista) canggih di wilayah DIY tepatnya di Kabupaten Kulon Progo.
Alutsista modern buatan salah satu negara NATO itu ditempatkan di sisi selatan Pulau Jawa yang berbatasan langsung dengan Samudra Indonesia dan mengarah ke Australia.
Alutsista itu adalah radar canggih jenis Weibel yang berada di Satuan Radar (Satradar) 404 Congot, Milik TNI AU.
Radar buatan Denmark yang dibeli dengan nilai sekitar Rp190 miliar itu memiliki kemampuan mumpuni dan ditempatkan sejak tahun 2017 lalu.
Mengusung teknologi modern tahun 2014, radar ini memiliki dua sistem utama yakni Primary Surveillance Radar (PSR) dan Secondary Surveillance Radar (SSR).
Dengan kemampuan itu radar ini mampu mendeteksi dan mengidentifikasi objek udara tanpa transponder hingga radius sekitar 300 kilometer. Atau mencapai wilayah seperti Madiun di Jawa Timur dan sebagian Jawa Barat.
Tak hanya itu, radar ini juga mampu memantau objek yang menggunakan transponder dengan jangkauan lebih luas, hingga sekitar 550 kilometer atau setara jarak Solo–Jakarta.
Keunggulan PSR menjadi krusial dalam menghadapi ancaman infiltrasi udara, terutama dari pesawat yang sengaja mematikan transponder untuk menghindari deteksi.
Dengan teknologi ini, seluruh objek terbang di wilayah udara dapat tetap terpantau secara optimal.
Keberadaan radar ini secara strategis akan memperkuat tugas Satradar dalam menjaga kedaulatan udara nasional, khususnya di wilayah perbatasan laut dan udara.
Ancaman yang dihadapi tidak hanya berupa pelanggaran wilayah, tetapi juga potensi infiltrasi yang memanfaatkan celah teknologi.
Posisi geografis Indonesia yang berdekatan dengan kawasan strategis, termasuk arah selatan yang berbatasan dengan Australia, menjadikan sistem radar sebagai komponen vital dalam sistem pertahanan udara nasional.
Selain dapat merespons berbagai potensi ancaman dengan lebih cepat, akurat, dan efektif di bawah Komando Sektor IV (Kosek IV) Yogyakarta, keberadaan Alutsista berupa radar canggih ini juga dapat membantu meningkatkan kesiapsiagaan dan efektivitas pengawasan wilayah udara, khususnya di kawasan Yogyakarta International Airport (YIA).


