Imbas Konflik Timur Tengah, Jepang Beri Subsidi BBM Cegah Kenaikan Harga - Mabur.co

Imbas Konflik Timur Tengah, Jepang Beri Subsidi BBM Cegah Kenaikan Harga

Mabur.co- Pemerintah Jepang diperkirakan akan melanjutkan subsidi bensin dan bahan bakar diesel mulai 19 Maret, di tengah kenaikan harga bahan bakar.

Langkah ini, bersamaan dengan pelepasan minyak dari cadangan pemerintah, bertujuan untuk mengekang kenaikan harga dan membatasi gejolak di pasar konsumen setelah situasi di Selat Hormuz tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Data yang dirilis oleh Badan Sumber Daya Energi Jepang pada 18 Maret menunjukkan bahwa harga eceran rata-rata bensin reguler di seluruh negeri (per 16 Maret) adalah 190,8 Yen/liter (sekitar $12,03 USD).

Ini adalah level tertinggi dalam sejarah sejak survei dimulai pada Agustus 1990, melampaui 186,5 Yen/liter yang tercatat pada September 2023 dan April 2025.

Harga bensin telah naik selama lima minggu berturut-turut dan sekarang 29,0 yen/liter lebih tinggi dari minggu lalu.

Hal ini terutama disebabkan oleh kenaikan harga grosir kilang-kilang domestik utama sebesar 26,0 yen/liter antara tanggal 12 dan 18 Maret.

Subsidi bensin ditentukan berdasarkan proyeksi harga eceran untuk minggu berikutnya, sehingga pemerintah memperkirakan harga bensin untuk minggu yang dimulai pada 22 Maret akan mencapai 200,2 Yen/liter.

Untuk menjaga harga tetap sekitar 170 Yen/liter, pemerintah Jepang memutuskan untuk mensubsidi selisih sebesar 30,2 Yen/liter mulai 19 Maret. Solar, minyak berat, dan minyak tanah juga akan menerima subsidi yang sama.

Namun, ada juga kekhawatiran tentang tekanan keuangan dan dampaknya terhadap nilai tukar Yen Jepang. Pendanaan segera akan menggunakan saldo dana yang ada sekitar 280 miliar Yen, tetapi jika subsidi sekitar 30 Yen/liter dipertahankan, dana tersebut dapat habis dalam bulan berikutnya.

Dilansir ANTARA dari Kyoto, Jumat (20/3/2026), nilai subsidi bahan bakar dari pemerintah Jepang akan disesuaikan secara pekanan(mingguan/ per pekan) berdasarkan perkiraan harga retail pekan selanjutnya yang mencerminkan perubahan pada harga minyak mentah.

Harga BBM reguler di Jepang melonjak hingga ke angka tertingginya sebesar 190,8 yen (Rp20.462) per liter pada Senin (16/3), dampak dari kenaikan harga minyak mentah setelah serangan Amerika Serikat dan Zionis Israel ke Iran

Keputusan pemerintah Jepang menetapkan subsidi kali ini dilakukan menyusul perkiraan harga BBM akan terus meningkat hingga 200,2 yen (Rp21.427) per liter pada pekan depan.

Meski subsidi BBM sudah diberlakukan, kementerian ekonomi Jepang menyampaikan waktu penurunan harga BBM bisa jadi berbeda antara satu SPBU dengan yang lainnya, mengingat masih ada cadangan BBM pra-subsidi yang belum dikeluarkan. ***