Mabur.co – Negosiasi perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Pakistan, dipastikan gagal dan tidak menghasilkan kesepakatan apapun.
Hal itu disampaikan Wakil Presiden AS JD Vance kepada wartawan sebagaimana dikutip dari sejumlah media AS baru-baru ini.
Menurut AS, gagalnya kesepakatan damai itu terjadi setelah Iran menolak menghentikan ambisi nuklirnya sebagai salah satu syarat AS dalam perundingan damai tersebut.
Dalam pertemuan tingkat tinggi yang bersejarah antara kedua negara itu, delegasi Iran dan AS bertemu untuk pertama kalinya sejak Revolusi Islam 1979.
Delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, serta dihadiri Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Sementara delegasi AS diwakili Wakil Presiden AS JD Vance bersama utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner.
Presiden AS Donald Trump mengakui bahwa pembicaraan awalnya berjalan “baik” dan “sebagian besar poin telah disepakati,”. Namun Iran tetap menolak untuk mengalah terkait program nuklirnya. Hal ini menjadi alasan utama kegagalan kesepakatan damai.
Dalam pernyataan di Truth Social, Trump mengkritik Iran yang sebelumnya menjanjikan akan membuka kembali Selat Hormuz, namun dinilai gagal memenuhi janji tersebut.
Trump justru menuduh Iran menempatkan ranjau di perairan Selat Hormuz, meski sebagian besar kekuatan angkatan laut Iran disebut telah dihancurkan.
“Mereka mengatakan menaruh ranjau di air, meskipun seluruh angkatan laut mereka, dan sebagian besar ‘penebar ranjau’ mereka, telah dihancurkan. Mereka mungkin melakukannya, tetapi kapal mana yang mau mengambil risiko?” kata Trump.



