Hari ke-6 Perang Timur Tengah, 1000 Orang Lebih Dilaporkan Tewas - Mabur.co

Hari ke-6 Perang Timur Tengah, 1000 Orang Lebih Dilaporkan Tewas

Mabur.co – Memasuki hari keenam perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran, situasi di Timur Tengah nampak belum mereda dan terus menambah jumlah jatuhnya korban jiwa. 

Menurut media pemerintah Iran, sebagaimana dilansir Al Jazeera, jumlah korban tewas akibat serangan AS-Israel selama lima hari terakhr telah mencapai 1.045 orang, dengan lebih dari 6.000 orang terluka.

Semakin bertambahnya korban jiwa itu disebabkan karena terus munculnya gelombang serangan baru yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel hingga hari Kamis (05/03/2026) ini.

Kementerian Luar Negeri Iran bahkan menyebut AS dan Israel telah melakukan serangan terhadap 33 lokasi sipil di seluruh negeri. 

Lokasi-lokasi itu dilaporkan termasuk rumah sakit, sekolah, daerah permukiman, Pasar Besar Teheran, dan kompleks Istana Golestan yang bersejarah.

Pada hari Rabu, sebuah kapal selam AS bahkan dilaporkan berhasil menembakkan torpedo dan menenggelamkan sebuah kapal perang jenis fregat milik Iran, IRIS Dena, di wilayah Samudra Hindia atau di lepas pantai selatan Sri Lanka. 

Pihak Angkatan Laut Sri Lanka menyatakan, pihaknya telah menemukan sebanyak 87 jenazah dan menyelamatkan 32 orang. Sementara 61 lainnya hilang.

Penembakan kapal perang IRIS Dena milik Iran oleh AS ini ditengarai akan semakin memicu peningkatan eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah bahkan tidak menutup kemungkinan semakin meluas ke wilayah lainnya.

Menyikapi tenggelamnya kapal perang IRIS Dena, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sendiri menyebut Amerika Serikat telah “melakukan kekejaman di laut”.

Hal itu karena penembakan dan penenggelaman dilakukan di wilayah perairan internasional di Samudra Hindia yang berjarak 3.219 kilometer jauhnya dari pantai Iran, tanpa ada sedikit pun peringatan. 

Ia pun menjanjikan akan melakukan tindakan berupa serangan balasan terhadap AS.

“Ingatlah kata-kata saya: AS akan sangat menyesali perbuatan yang telah dilakukannya ini,” katanya.

Sementara itu meluasnya eskalasi konflik Iran – Israel – AS juga dilihat dari semakin banyaknya kelompok bersenjata Kurdi-Irak yang melancarkan serangan terhadap pemerintah Iran.

Hal itu senada dengan pernyataan seorang Pejabat AS yang dilaporkan telah meminta Kurdi Irak untuk membantu operasi militer lintas perbatasan, dan pasukan Kurdi di Irak utara saat ini dikatakan dalam keadaan “siaga” untuk bergabung dalam konflik melawan Iran.

Sebelumnya, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, juga telah mengumumkan untuk memerintahkan pengerahan kapal induk Charles de Gaulle beserta aset udara dan gugus tugasnya, termasuk kapal fregat pengawalnya, ke Mediterania.

Sebagaimana dikutip France24, langkah ini diambil Prancis karena situasi di kawasan tersebut yang semakin tidak stabil, akibat konflik antara AS-Israel dengan Iran. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *