Iran Ancam Gunakan Rudal Canggih Bawah Air Serang Selat Hormuz - Mabur.co

Iran Ancam Gunakan Rudal Canggih Bawah Air Serang Selat Hormuz 

Mabur.co – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengancam akan menggunakan rudal canggih milik mereka yang dapat diluncurkan di bawah laut untuk menyerang target musuh. 

Rudal ini diklaim mampu melesat bawah air dengan kecepatan tinggi. Dimana teknologi canggih rudal semacam ini hanya dimiliki oleh 2 negara yakni Iran dan Rusia. 

Hal itu diungkapkan seorang komandan senior IRGC, Ali Fadavi lewat media resmi Iran, Mehr News yang dirilis Kamis (12/03/2026). 

“Kami memiliki rudal yang ditembakkan dari bawah air dan kecepatannya 100 meter per detik dan kami mungkin akan menggunakannya dalam beberapa hari mendatang,” ujarnya. 

Penggunaan rudal canggih ini dilakukan Iran sebagai bagian kampanye mereka dalam memblokade selat Hormuz dari semua kapal asing yang beraviliasi dengan Israel dan Amerika Serikat. 

Sebelumnya diketahui IRGC telah melancarkan serahan terhadap sejumlah kapal yang nekat menerobos blokde Iran di Selat Hormuz. 

Dilansir BBC Angkatan bersenjata Iran sebelumnya juga mengancam akan menargetkan pelabuhan dan dermaga di seluruh wilayah Selat Hormuz jika pelabuhan negara itu sendiri diserang.

Ancaman tersebut dikeluarkan setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) menuduh Iran menggunakan pelabuhan sipil di sepanjang Selat Hormuz untuk melakukan operasi militer yang mengancam pelayaran internasional.

CENTCOM juga memperingatkan bahwa pelabuhan yang digunakan dengan cara ini akan menjadi target militer yang sah menurut hukum internasional.

Dalam pernyataan yang dilaporkan oleh media Iran pada hari Rabu, juru bicara militer senior Abolfazl Shekarchi membalas pernyataan tersebut dengan mengatakan: “Jika pelabuhan Iran terancam, semua pelabuhan dan dermaga di kawasan itu akan menjadi target sah kami.”

Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya eskalasi ketegangan di wilayah Selat Hormuz pasca-tindakan Iran yang menurup salah satu selat terpenting di dunia tersebut. 

Selain membuat kapal-kapal pengangkut minyak maupun kargo tak bisa lewat, hal itu juga mengakibatkan melonjaknya harga minyak mentah dunia yang mencapai $100 per barel. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *