Hari Ini 84 Tahun Silam, Pertempuran Laut Terbesar Terjadi di Utara Pulau Jawa - Mabur.co

Hari Ini 84 Tahun Silam, Pertempuran Laut Terbesar Terjadi di Utara Pulau Jawa

Mabur.co – Hari ini, 84 tahun silam, tepatnya pada 27 Februari 1942, sebuah pertempuran laut terbesar dalam sejarah Perang Dunia II di Pasifik terjadi di wilayah Indonesia.  

Pertempuran dahsyat itu bernama Perang Laut Jawa. Melibatkan dua kekuatan besar pasukan angkatan laut Sekutu dan pasukan angkatan laut Jepang.

Kemenangan gemilang pasukan Jepang dalam pertempuran ini menjadi titik awal menyerah dan takluknya Pemerintah Hindia Belanda. Menandai dimulainya pendudukan Jepang di wilayah Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

Dikutup dari berbagai sumber, pasukan angkatan laut Sekutu saat itu terdiri dari gabungan pasukan Amerika-Inggris-Belanda-Australia atau ABDACOM. 

Mereka berada di bawah komando Laksamana Muda Belanda, Karel Doorman.

Pasukan sekutu ini terdiri dari 14 armada yakni 2 kapal penjelajah berat Houston dari Amerika dan Exeter kapal penjelajah berat Inggris. 

Lalu ada 3 kapal penjelajah ringan. Yakni DeRuyter dan Java dari Belanda, serta Perth milik Australia.

Dalam pasukan ini juga terdapat 9 kapal perusak. Yakni John D. Ford, John D. Edward, Alden, dan Paul Jones dari Amerika. Encounter, Jupiter, dan Electra dari Inggris. Serta Kortenaer dan Witte de With dari Belanda. 

Pasukan angkatan laut ABDACOM in berupaya mencegat konvoi invasi armada Jepang, yang terus menerus menyerang dan merangsek masuk untuk menguasai wilayah Hindia Belanda dengan target menduduki Pulau Jawa. 

Sementara itu, pihak pasukan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang di bawah komando Laksamana Muda Takeo Takagi, terdiri konvoi puluhan kapal angkut yang dikawal dua kapal penjelajah berat (Nachi dan Haguro), dua kapal penjelajah ringan (Naka dan Jintsū), serta 14 kapal perusak. 

Sebelum mengarah ke Laut Jawa, pasukan armada Jepang ini telah berhasil mengalahkan Pasukan Sekutu dengan mudah. Berhasil menduduki sejumlah wilayah seperti Filipina, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Berlangsung selama 7 jam sejak dimulai sekitar pukul 16.00 pertempuran di Laut Jawa ini berlangsung sengit, meski akhirnya Angkatan Laut Kekaisaran Jepang berhasil mengalahkan Pasukan ABDACOM secara telak.

Sedikitnya, 5 kapal perang utama milik Sekutu yakni 2 kapal penjelajah ringan dan 3 perusak, hancur dan tenggelam. Sedangkan satu kapal penjelajah rusak berat.

Kapal penjelajah Belanda, Hr.Ms. De Ruyter, yang menjadi kapal induk dan ditunggangi Doorman, ikut hancur terkena torpedo, dan Doorman gugur dalam pertempuran bersejarah tersebut.

Total kerugian Sekutu mencakup lebih dari 2.300 pelaut gugur. Sementara itu, Jepang hanya mengalami kerugian minim. Hanya satu kapal perusak dan satu kapal pengangkut rusak, serta 36 pelaut tewas.

Selain itu sejumlah kapal perusak lainnya milik Sekutu yang mencoba melarikan diri akhirnya juga turut dihancurkan kapal Jepang dan tenggelam dalam Perang Selat Sunda.

Hanya beberapa kapal Sekutu yang berhasil lolos menyelamatkan diri ke Australia melalui Selat Bali.

Pasca-perang ini kedudukan pasukan Sekutu semakin melemah. Dua minggu setelah pertempuran di Laut Jawa, Pemerintah Hindia Belanda secara resmi menyerah, dan menandai dimulainya pendudukan Jepang di Pulau Jawa. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *