Mabur.co — Beragam cara unik dilakukan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia untuk menyambut momen istimewa hari raya Idulfitri setiap tahunnya.
Salah satunya adalah tradisi Mahantam yang rutin dilakukan warga Kabupaten Agam, provinsi Sumatra Barat.
Berlangsung dua atau tiga hari sebelum lebaran, masyarakat di wilayah ini biasanya akan menyembelih seekor sapi, lalu membagi-bagikan dagingnya kepada seluruh warga desa.
Selain bertujuan untuk mencukupi kebutuhan pangan seluruh warga di momen hari raya Idulfitri, tradisi Mahantam ini juga dilakukan sebagai wujud kebersamaan dan gotong-royong seluruh warga.
Dikutip Antara, salah satu daerah yang masih rutin menggelar tradisi ini adalah warga desa Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatra Barat.
Meski masih dalam suasana dan kondisi pemulihan pascabencana banjir dan longsor, sejumlah warga di desa ini tetap menggelar tradisi Mahantam di momen hari raya Idulfitri tahun 2026 ini.
Berlokasi di salah satu pekarangan rumah warga desa setempat, sejumlah warga nampak bergotong-royong untuk menyembelih seekor sapi sejak pagi.
Setelah memotong sapi tersebut, mereka lantas nampak menimbang dan membagi potongan daging tersebut sehingga jumlahnya sama dan merata bagi setiap penerima.
Sapi yang disembelih itu sendiri dibeli dari uang yang telah dikumpulkan seluruh warga desa secara swadaya. Mereka biasanya akan mulai mengumpulkan dana iuran tersebut sejak Lebaran tahun sebelumnya.
Sementara itu pembagian daging sendiri dilakukan dengan memprioritaskan warga yang paling membutuhkan.
Baik itu warga kurang mampu maupun warga yang terdampak bencana.
Berlangsung secara turun-temurun, tradisi Mahantam tak hanya bisa ditemui di wilayah Agam saja.
Tradisi semacam ini juga banyak ditemui di tengah masyarakat Minangkabau lainnya, salah satunya dengan sebutan Barantam.
Selain menunjukkan rasa gotong-royong dan kebersamaan masyarakat di momen Lebaran, Mahantam juga menjadi cara warga desa dalam mempererat hubungan sosial, serta memupuk rasa senasib sepenanggungan.



