Konflik Iran, Amerika, dan Israel, Harga BBM di Singapura Melonjak Tajam - Mabur.co

Konflik Iran, Amerika, dan Israel, Harga BBM di Singapura Melonjak Tajam

Mabur.co- Akibat gejolak pasokan minyak global setelah konflik Iran yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak akhir Februari 2026, dampak konflik tersebut mulai terasa di pom bensin Singapura hanya dalam hitungan hari.

Harga bahan bakar minyak (BBM) di Singapura melonjak tajam hingga menembus rekor tertinggi yang sebelumnya tercatat saat krisis Ukraina pada 2022.

Kenaikan ini terjadi di tengah gejolak pasokan.

Contohnya, Shell yang melakukan penyesuaian harga terbaru pada Senin 16 Maret 2026.

Selain itu, Vietnam dan Thailand juga ikut menyesuaikan harga BBM.

Dikutip dari Asia One, Rabu  (18/3/2026), sejumlah negara di Asia Tenggara tercatat menaikkan harga jual BBM, khususnya untuk jenis bensin RON 95.

Setelah meletusnya perang Israel-AS dan Iran pada 28 Februari 2026 lalu.

Kenaikan harga BBM ini tak terlepas dari lonjakan harga minyak mentah dunia.

Pada 27 Februari 2026 sebelum perang meletus, harga minyak Brent terpantau berada pada level US$ 72,48 per barel dan WTI US$ 67,02 per barel.

Sedangkan setelah perang meletus pada 28 Februari 2026, harga minyak dunia terpantau langsung melejit.

Pada 16 Maret 2026, harga minyak Brent sempat tembus US$ 105,84 per barel dan WTI US$ 100,37 per barel.

Sementara itu, dikutip dari kantor berita Aljazeera, Rabu (18/3/2026), berikut harga BBM di Asia Tenggara:

1. Kamboja


Pada 23 Februari 2026, rata-rata harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk bensin di Kamboja mencapai US$1,11 per liter atau Rp18.865 per liter (asumsi kurs Rp16.984 per US$).

Sementara pada 11 Maret naik sekitar 18,91% menjadi US$1,32 per liter atau Rp22.434 per liter.

2. Vietnam

Pada 23 Februari 2026, rata-rata harga BBM untuk bensin di Vietnam mencapai US$0,75 per liter atau Rp12.747 per liter. Sementara pada 11 Maret naik 50,66% menjadi US$1,13 per liter atau Rp19.205 per liter.

3. Laos

Pada 23 Februari 2026, rata-rata harga BBM untuk bensin di Laos mencapai US$1,34 per liter atau Rp22.774 per liter. Sementara pada 11 Maret naik 32,83% menjadi US$1,78 per liter atau Rp30.252 per liter.

4. Singapura

Rata-rata harga BBM untuk bensin di Singapura pada 23 Februari mencapai US$2,16 per liter atau Rp36.711 per liter. Sementara pada 11 Maret naik 15,74% menjadi US$2,50 per liter atau Rp42.490 per liter.

5. Malaysia

Rata-rata harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Malaysia pada 23 Februari mencapai US$0,65 per liter atau Rp11.047 per liter. Sementara pada 11 Maret naik tipis menjadi US$0,68 per liter atau Rp11.557 per liter.

6. Myanmar

Rata-rata harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Myanmar pada 23 Februari mencapai US$0,77 per liter atau Rp13.084 per liter. Sementara pada 11 Maret naik 9% menjadi US$0,84 per liter atau Rp14.274 per liter.

Sementara di Indonesia, harga jual BBM di SPBU saat ini belum merujuk pada kondisi setelah meletusnya perang di Timur Tengah.

Harga jual BBM di SPBU saat ini berlaku per 1 Maret 2026, dengan pertimbangan pergerakan harga minyak pada periode dua bulan sebelumnya, asumsi kurs atau nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan juga Mean of Platts Singapore (MOPS).

Dampak lonjakan harga minyak dunia saat ini kemungkinan baru akan terlihat pada harga BBM non subsidi per 1 April 2026. Indonesia melakukan penyesuaian harga BBM non subsidi setiap tanggal 1 di setiap bulannya.

Sementara untuk harga BBM bersubsidi hingga periode Maret 2026 ini terpantau masih tetap, yakni Rp 10.000 per liter untuk BBM Pertalite (RON 90) dan Solar subsidi Rp 6.800 per liter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *