Gunakan Analogi Pembangunan Jembatan, Prabowo Kritik Balik Para Pengkritik Dirinya - Mabur.co

Gunakan Analogi Pembangunan Jembatan, Prabowo Kritik Balik Para Pengkritik Dirinya

Mabur.co – Presiden Prabowo Subianto kembali menanggapi kritikan dari sejumlah pihak, terkait kinerjanya menjadi seorang kepala negara, yang sudah dijalaninya selama sekitar 1,5 tahun ini.

Prabowo sejatinya menanggapi berbagai kritikan itu dengan cukup santai, namun dari nada bicaranya terlihat bahwa ia sedang “tidak baik-baik saja”, atau bahkan merasa khawatir dengan segala macam kritikan (maupun ancaman) itu.

Terbukti dari napasnya yang cukup terengah-engah setiap kali berbicara.

Alih-alih membalas langsung kritikan tersebut sesuai apa yang disampaikan para pengamat dan masyarakat, khususnya terkait program MBG, Prabowo justru mengalihkannya dengan analogi ketika pemerintah sedang membangun jembatan di suatu desa.

“Saya juga enggak mengerti, kalau orang lagi mau bangun jembatan ada yang duduk dia tidak mau ikut bangun jembatan. Tapi dia kritik, ‘Kamu goblok kamu. Kayunya salah jangan di situ. Pakunya salah harus di sini. Rantainya salah.’ Akhirnya enggak jadi-jadi itu jembatan, padahal rakyat sudah sangat butuh jembatan itu untuk digunakan,” ucap Prabowo dalam taklimat presiden terbaru di hadapan para menteri kabinet merah putih, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (8/4/2026).

Menurut Prabowo, kritik atau suara-suara miring dari masyarakat terkait kinerja pemerintah adalah sesuatu yang biasa dalam sebuah negara. Bahkan hal itu sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.

Hanya saja, ia berharap agar setiap kekurangannya bisa dibenahi, dengan meng-hire orang-orang kompeten sesuai bidangnya, untuk membantu presiden beserta pemerintahannya, agar mampu menjadi pemerintahan yang lebih baik dan sesuai dengan kemauan rakyat.

“Kalau kita difitnah, kalau kita dihujat, anggaplah itu sebagai peringatan, supaya kita waspada. Orang bilang ‘Prabowo bodoh’. Oh, wah saya harus waspada. Kalau saya bodoh artinya saya harus kumpulin orang-orang pintar untuk bantu saya. Kan begitu logikanya?” tambah Prabowo.

Meskipun menyatakan berulang kali bahwa ia siap dikritik oleh rakyatnya sendiri, namun sikap dan komentar yang dilontarkan Prabowo, sama sekali tidak menunjukkan adanya keinginan untuk dikritik.

Bahkan, setiap pidato kenegaraan yang dilakukannya, ia justru lebih sering “curhat”, dan balik menyindir orang-orang yang dianggap tidak senang dengannya, serta pemerintahan yang dipimpinnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *