Pandji Pragiwaksono: Semua Orang “Dipaksa” Setuju Opini Pemerintah - Mabur.co

Pandji Pragiwaksono: Semua Orang “Dipaksa” Setuju Opini Pemerintah

Mabur.co – Pandji Pragiwaksono, yang belum lama ini menghebohkan publik akibat mengkritik pemerintahan Prabowo-Gibran melalui materi stand up di pertunjukan Mens Rea pada Agustus 2025 lalu, mulai menyoroti bagaimana kinerja pemerintah saat ini.

Khususnya dalam menanggapi kritik sekaligus masukan dari rakyat dalam berbagai cara, termasuk melalui komedi, seperti yang ia lakukan dalam pertunjukannya.

Dalam dialog bersama media Tempo yang disiarkan di kanal YouTube pada Selasa (24/2/2026) lalu, Pandji mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini seolah sangat anti-kritik terhadap rakyatnya.

Bahkan pejabat sepertinya sangat berani menantang rakyatnya secara terang-terangan, dengan menampilkan angka maupun statistik yang terbilang tidak masuk akal.

“Gue tuh selalu merasa, di pemerintahan yang sekarang ini, ada kesan bahwa pendapat yang diperbolehkan bersirkulasi adalah pendapat yang pemerintah inginkan,” ucap Pandji dalam konten Bocor Alus Politik yang ditayangkan oleh kanal Tempodotco, Selasa (24/2/2026).

Menurut Pandji, rangkaian kasus yang dialaminya akibat pertunjukan Mens Rea tersebut, hanyalah satu dari sekian contoh, tentang bagaimana cara pemerintah “menetralisir” suasana, yang dianggap mengancam citra pemerintah di dalam negeri maupun mancanegara.

“Ini bukan hanya tentang gue di Mens Rea, tapi ada juga misalnya Ketua BEM UGM, yang dianya diteror, ibunya diteror. Ini juga terjadi pada orang-orang lain, termasuk juga di media. Setiap kali mau punya pendapat yang berbeda, selalu kayak “dirapikan”-lah gitu istilahnya, atau ada semacam ‘operasi khusus’ di dalamnya,” ungkap Pandji.

Pandji sendiri merasa bahwa pertunjukan Mens Rea bisa menjadi ramai seperti sekarang, lantaran masih kurangnya sosok yang berani menyampaikan sesuatu yang berseberangan dengan opini pemerintah. Apalagi pemerintahan saat ini cenderung tidak memiliki oposisi sama sekali.

Meskipun sejatinya ada beberapa pihak yang mengaku berseberangan atau oposisi dengan kebijakan pemerintah, seperti partai PDIP, ulama, maupun media massa.

Namun tidak banyak dari mereka yang benar-benar sanggup mendebat segala kebijakan pemerintah, sebelum adanya Pandji Pragiwaksono melalui Mens Rea, serta Ketua BEM UGM, seperti saat ini. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *