Mabur.co – Presiden Prabowo Subianto kembali meminta rakyat untuk benar-benar mempercayai pemerintahan yang ia pimpin bersama Wapres Gibran Rakabuming Raka, setidaknya sampai 2029 mendatang, atau ketika memasuki Pemilu berikutnya.
Dalam sisa tiga tahun kepemimpinannya sebagai Presiden, Prabowo akan berusaha menepati janji politiknya satu per satu kepada rakyat, dengan mewujudkan sejumlah program yang menyasar langsung ke rakyat lapisan bawah.
“Saya hanya minta waktu dari rakyat, dari masyarakat. Kasih saya waktulah. Saya akan buktikan sampai 2029. Saya sangat percaya diri bisa mewujudkan seluruh program saya,” tegas Prabowo saat berbicara dalam forum “Presiden Prabowo Menjawab” bersama para jurnalis senior di Istana Hambalang, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Najwa Shihab, Sabtu (21/3/2026).
Dalam pemaparannya kepada para jurnalis, Prabowo berencana akan terus membenahi kualitas pendidikan di Indonesia, salah satunya dengan memperbaiki bangunan fisik sekolah, terutama yang ada di daerah.
Di mana pada 2025 lalu, pemerintah telah berhasil memperbaiki sebanyak 17 ribu sekolah, sedangkan tahun ini rencananya akan mencapai 70 ribu sekolah.
Hal itu belum ditambah dengan penyempurnaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang akan tetap dipertahankan, dengan potensi penyerapan tenaga kerja yang terus meningkat dari waktu ke waktu.
Serta memberdayakan desa nelayan merah putih, yang nyaris tidak pernah tersentuh sama sekali sejak Indonesia merdeka.
“Selama ini (sejak Indonesia merdeka) nggak pernah ada yang sentuh desa nelayan. Puluhan ribu kapal asing telah mengambil ikan di perairan kita. Puluhan ribu. Saya ingin membalikkan itu semua,” tambah Prabowo.
Prabowo pun percaya, ketika rakyat masih memberinya kepercayaan untuk terus memimpin Indonesia setidaknya sampai 2029, ia akan mampu mengembalikan stabilitas ekonomi nasional ke arah yang lebih baik.
Lantaran program-program yang ia canangkan akan mampu menyerap hingga belasan juta lapangan kerja baru, yang belum pernah terjadi dalam periode kepemimpinan presiden sebelumnya. (*)



