Mabur.co – Seruan untuk menggulingkan rezim Prabowo-Gibran kini sudah semakin meluas.
Terbaru, para pengamat pun ikut menyerukan pemakzulan presiden Prabowo Subianto serta Wakilnya, Gibran Rakabuming Raka, agar segera diberhentikan dari jabatannya tanpa menunggu sisa tiga tahun lagi, akibat berbagai kekacauan ketatanegaraan yang sudah ditimbulkan dalam 1,5 tahun kepemimpinan mereka.
Apalagi, wacana pemakzulan atau yang disebut sebagai impeachment ini, juga sudah tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 7A dan 7B.
Namun menurut pengamat politik, Saiful Mujani, memakzulkan atau meng-impeach Prabowo tidak bisa dilakukan dengan cara-cara konvensional melalui DPR dan sebagainya, sekalipun itu sudah sesuai konstitusi.
Karena menurut Saiful, lembaga-lembaga negara seperti DPR pun sudah dikuasai sepenuhnya oleh Prabowo. Sehingga sulit berharap jika DPR bersedia memanggil Prabowo untuk urusan pemakzulan, dan lain-lain.
“Kalo bicara impeachment, itu kan prosedur yang sangat formal. Masa kita berharap sama orang-orang DPR yang kayak gitu (sudah dikuasai oleh Prabowo beserta koalisinya), yang udah nggak bisa kita harapkan,” ungkap Saiful dalam Halal bihalal “Sebelum Pengamat Ditertibkan”, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Sociocorner, belum lama ini.
Saiful pun mengusulkan, agar proses pemakzulan Prabowo bisa meniru apa yang terjadi pada Mei 1998 silam, ketika rakyat berhasil memundurkan Soeharto dari jabatannya sebagai Presiden, setelah berkuasa selama 32 tahun lamanya.
“Tidak ada alternatif lain (selain melakukan aksi massa besar-besaran seperti tahun 1998). Karena Presiden (Prabowo) ini sudah bukan (bertugas sebagai) Presiden, gitu loh. Sudah terlalu banyak syarat yang mana dia sudah bisa di-impeach sebenarnya. Tapi yang meng-impeach kan mereka itu (DPR yang sudah menjadi bagian dari koalisi Prabowo), yang nggak bisa kita harapkan sama sekali,” ujar Saiful.
Meskipun Prabowo sempat menyatakan akan berusaha sebaik mungkin selama tiga tahun sisa jabatannya sebagai Presiden. Namun bagi Saiful, sosok presiden seperti Prabowo sudah tidak lagi bisa diberi lebih banyak waktu, untuk dapat memimpin (sekaligus merusak) negeri ini.
Karena menurut Saiful, apapun masukan dari rakyatnya, presiden tidak akan pernah (mau) mendengarkannya, dan hanya peduli dengan pemikirannya sendiri, yang itupun sudah tergolong kolot dan sangat orde baru-sentris, persis seperti mertuanya, Soeharto. (*)



