Mabur.co- Sejarah mencatat bahwa Pakistan memiliki rekam jejak proliferasi nuklir paling berbahaya di dunia.
Abdul Qadeer Khan, arsitek bom nuklir Pakistan, pernah menjalankan jaringan pasar gelap global yang memasok teknologi sentrifugasi ke Iran, Libya, dan Korea Utara.
Di tengah dentum peperangan yang masih membara di Timur Tengah, sebuah narasi baru yang menggetarkan peta geopolitik global mulai muncul ke permukaan.
Setelah sukses melumpuhkan tiga situs nuklir Iran pada Juni tahun lalu, perhatian Israel dan Amerika Serikat kini dikabarkan mulai bergeser ke arah timur yakni Pakistan.
Pengerahan kekuatan militer AS di Timur Tengah saat ini tercatat sebagai yang terbesar sejak Perang Irak 2003.
Presiden Donald Trump pun telah melontarkan peringatan keras bahwa jika diplomasi dengan Teheran menemui jalan buntu, hal-hal buruk akan terjadi.
Namun, bagi para pengamat pertahanan, Iran mungkin hanya babak pembuka. Target sesungguhnya yang dianggap sebagai ancaman eksistensial jangka panjang bagi Israel adalah kekuatan nuklir Pakistan.
Ketegangan antara Israel dan Pakistan bukanlah hal baru.
Pada era 1980-an, Israel dikabarkan pernah menyusun rencana rahasia bersama India untuk membombardir fasilitas nuklir Pakistan di Kahuta, meniru kesuksesan serangan Israel ke reaktor Osirak Irak pada 1981.
Mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, baru-baru ini menyalakan alarm peringatan dalam konferensi para pemimpin organisasi Yahudi Amerika di Jerusalem.
Ia menyoroti kemunculan poros baru yang terdiri dari Turki, Qatar, Ikhwanul Muslimin, dan Pakistan yang bersenjata nuklir.
“Turki adalah Iran yang baru. Presiden Erdogan adalah lawan berbahaya yang mencoba mengepung Israel. Kita tidak boleh menutup mata lagi,” tegas Bennett, dilansir Eurasian Time, Senin (2/3/2026).
Bennett mengatakan, kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Pakistan adalah satu-satunya negara Muslim di dunia yang memiliki senjata nuklir, yang sejak awal secara terbuka dilabeli sebagai Bom Islam.
Yang lebih mengkhawatirkan Tel Aviv adalah kesepakatan keamanan antara Islamabad dan Arab Saudi baru-baru ini, di mana Pakistan diduga memperluas payung nuklirnya ke Kerajaan Saudi.
Israel memiliki alasan kuat untuk waspada. Sejarah mencatat bahwa Pakistan memiliki rekam jejak proliferasi nuklir paling berbahaya di dunia.
“Abdul Qadeer Khan, arsitek bom nuklir Pakistan, pernah menjalankan jaringan pasar gelap global yang memasok teknologi sentrifugasi ke Iran, Libya, dan Korea Utara,” ujarnya. ***



