Mabur.co – Media sosial dunia tengah dihebohkan dengan kabar kemunculan ribuan burung gagak yang memenuhi langit kota Tel Aviv, Israel, pada Selasa lalu.
Ribuan gagak berwarna hitam ini nampak beterbangan hingga menimbulkan pemandangan dramatis dan tersebar luas melalui video di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, kawanan burung terlihat berputar-putar membentuk pola besar di atas gedung-gedung tinggi.
Fenomena ini pun memunculkan beragam reaksi dari publik, termasuk kekhawatiran akan pertanda buruk hingga terjadinya kiamat.
Hal itu tak lepas karena burung gagak sering kali diidentikkan dengan simbol kematian atau malapetaka dalam berbagai budaya.
Dalam sejumlah postingan di X, sejumlah netizen bahkan menghubungkan fenomena alam ini dengan nubuat keagamaan, merujuk pada gambaran dalam Al Kitab tentang burung-burung yang berkumpul menjelang peristiwa besar.
Spekulasi ini semakin menguat di tengah meningkatnya eskalasi ketegangan perang antara Iran, Israel dan Amerika Serikat, yang telah berlangsung sejak sebulan terakhir.
Dikutip dari Daily Mail, Kamis (26/3/2026), sejumlah pakar dan ahli sendiri menegaskan bahwa fenomena ini tidak berkaitan dengan hal gaib.
Menurut ilmuwan yang mempelajari perilaku burung, peristiwa ini merupakan fenomena alami dari aktivitas migrasi musiman yang rutin terjadi di kawasan tersebut.
Israel diketahui berada di salah satu jalur migrasi burung tersibuk di dunia. Setiap tahun, sekitar 500 juta burung melintasi wilayah ini, terutama pada musim semi.
Salah satu spesies yang umum terlihat adalah gagak berkerudung, yang sering berkumpul dalam jumlah besar di area perkotaan selama musim bersarang.
Pergerakan dalam skala besar burung Gagak seperti yang terjadi di Tel Aviv, dikatakan biasa terjadi karena dipicu oleh perubahan musim, faktor lingkungan, hingga adanya gangguan habitat.
Karena itulah para ilmuwan menekankan bahwa spekulasi yang berkembang di media sosial tersebut tidak memiliki dasar ilmiah.
Mereka mengimbau masyarakat untuk tidak langsung mengaitkan fenomena alam dengan pertanda bencana.



