Mabur.co – Meningkatnya eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah, pasca-serangan AS-Israel ke Iran, mengakibatkan harga minyak dunia melonjak ke level tertinggi sejak setahun terakhir.
Dilansir dari The Telegraph, harga minyak mentah West Texas Intermediate, yang merupakan jenis minyak mentah ringan yang diproduksi di AS, dijual seharga $72,79 per barel pada Senin pagi.
Harga tersebut tercatat naik sekitar 8,6 persen dari harga perdagangan pada hari Jumat, sekitar $67 menurut data dari CME Group.
Sementara itu Al Jazeera melaporkan harga minyak mentah Brent, patokan internasional, melonjak lebih dari 13% menjadi lebih dari $82 per barel ketika pasar dibuka pada Minggu malam.
Kenaikan harga juga berlaku untuk produk gas di Eropa yang melonjak hingga 25%.
Kenaikan harga minyak dan gas ini merupakan lonjakan paling tajam sejak invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022 atau 4 tahun terakhir.
Kenaikan harga minyak dan gas dunia ini terjadi pasca-Iran menutup lalu-lintas kapal tangker di wilayah Selat Hormuz yang merupakan jalur utama perdagangan minyak dunia.
“Perkembangan yang paling langsung dan nyata yang memengaruhi pasar minyak adalah penghentian efektif lalu lintas melalui Selat Hormuz, yang mencegah 15 juta barel minyak mentah per hari,” ujar Jorge Leon, seorang analis di Rystad Energy, sebagaimana dikutip Al Jazeera.
Pasca-meningkatnya eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah, sejumlah kapal tangker pengangkut bahan bakar diketahui mendapat serangan roket dan rudal di Selat Hormuz. Sementara lebih dari 100 kapal lainnya harus berhenti akibat tak bisa melintas.
Padahal Selat Hormuz merupakan jalur perlintasan penting yang mengangkut sekitar 20% distribusi minyak dunia.
Setiap hari sekitar 15 juta barel minyak mentah diangkut melintasi selat ini. Di antaranya minyak dari Arab Saudi, Kuwait, Irak, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, hingga Iran.
Menyikapi kondisi tersebut, sebanyak delapan negara anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), dilaporkan telah mengumumkan pada hari Minggu bahwa mereka akan meningkatkan produksi minyak. Yakni sebesar 206.000 barel per hari.
Sejumlah negara yang akan meningkatkan produksi minyak mereka antara lain adalah Arab Saudi, Rusia, Irak, Uni Emirat Arab, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman.
Jika tidak ada penurunan eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah ini diperkirakan harga minyak dunia bukan tindak mungkin akan terus meningkat. Yang akan berdampak pada meningkatnya inflasi berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. ***


