Tampak Diam di Peta, Benua Australia Terus Bergerak ke Utara Mendekati Indonesia - Mabur.co

Tampak Diam di Peta, Benua Australia Terus Bergerak ke Utara Mendekati Indonesia

Mabur.co- Bayangkan sebuah benua raksasa yang tampak diam, ternyata sebenarnya ia sedang dalam perjalanan panjang menuju Indonesia. Benua Australia yang bagi kita tampak diam di peta, sejatinya bergerak perlahan namun pasti ke arah utara.

Sebuah video mengenai benua Australia disebut semakin mendekat ke Indonesia viral di media sosial TikTok belakangan ini.

Unggahan ini  salah satunya di-posting oleh akun TikTok @virgaraditya. 

“Guys benua Australia terus bergerak ke Utara mendekati Indonesia. Kira-kira yang akan terjadi apa ya?”

Bergesernya benua Australia ini disebabkan oleh lempeng Bumi yang saling bertabrakan. Selain lempeng Australia yang terus bergerak lempeng Asia Pasifik ternyata juga bergerak 11 cm setiap tahunnya.

Berdasarkan penelitian benua Australia terus bergerak ke utara mendekati Indonesia 7 cm setiap tahunnya. Dan jika kedua lempeng itu bertabrakan tentunya bakal ngakibatin suatu gempa yang sangat besar.

Salah satunya gempa yang pernah terjadi akibat tabrakan dua lempeng bumi adalah Marcquarie yang berada di antara Selandia Baru dan Benua Antartika dengan kekuatan 8,1 SR.

Ahli Geologi dari Geoscience Australia, Dr. Dan Jaksa, mengatakan,  benua Australia terus bergerak mendekati Asia Tenggara.

Dalam beberapa puluh juta tahun ke depan diperkirakan akan bertabrakan langsung dengan wilayah tersebut. Gerakan ini merupakan bagian dari dinamika Lempeng Indo-Australia yang membawa seluruh benua perlahan-lahan namun konstan ke arah utara.

“Kami benar-benar harus memperbarui sistem koordinat GPS secara berkala karena daratan Australia bergeser begitu cepat,” ujarnya, dikutip dari IFLScience, dilansir mabur.co Jumat (27/3/2026).

Dr. Dan Jaksa, mengatakan, sebagian besar benua lain hanya bergerak sekitar 2–5 cm per tahun.

Namun, pergerakan Australia yang hampir 7 cm per tahun mengharuskan pemerintah dan pengembang teknologi untuk menyesuaikan sistem navigasi satelit, peta digital, dan perangkat lokasi berbasis GPS, agar tetap akurat.

Perubahan posisi benua ini juga memiliki implikasi jangka panjang terhadap gempa bumi, aktivitas vulkanik, dan evolusi bentuk daratan.

“Benua yang bergerak mendekati lempeng lain akan mengalami peningkatan tekanan geologis, yang dapat memicu aktivitas tektonik intens di masa mendatang,” ucapnya.

Dr. Dan Jaksa, menuturkan, dalam jangka waktu yang lebih panjang, Australia diperkirakan akan menjadi bagian dari superkontinen baru, hasil dari tabrakan perlahan dengan benua Asia.

“Proses ini serupa dengan pembentukan Pangaea di masa lalu, yang terbentuk dari pergerakan lempeng selama ratusan juta tahun,” katanya.

Dr. Dan Jaksa menuturkan, penemuan ini menjadi pengingat bahwa permukaan Bumi terus berubah secara dinamis, meskipun dalam skala waktu yang sulit dirasakan manusia.

“Teknologi geospasial kini menjadi alat penting untuk melacak pergerakan ini dan memprediksi dampaknya terhadap kehidupan dan infrastruktur masa depan,” ujarnya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *