Heboh, Ada Band Unik dan Naik Daun dari Gunungkidul - Mabur.co

Heboh, Ada Band Unik dan Naik Daun dari Gunungkidul 

Mabur.co – Kabupaten Gunungkidul seperti tak habis-habisnya melahirkan talenta muda potensial di berbagai bidang. 

Setelah beberapa waktu lalu muncul sosok pembalap berprestasi Veda Ega Pratama yang mampu mencuri perhatian di dunia balap internasional.

Kini ada sebuah grup band asal Gunungkidul yang berhasil menggebrak dunia musik tanah air dengan keunikan karakter serta warna musik yang mereka bawa. 

Band itu bernama The Melting Minds. 

Band yang memiliki aliran musik psychedelic rock ini tiba-tiba viral dan banyak dicari setelah baru-baru ini mereka merilis single terbaru bertajuk In A Land. 

Selain menyuguhkan musikalitas unik yang sangat jarang ditemui di blantika musik tanah air, The Melting Minds juga berani tampil beda, dengan menonjolkan identitas kedaerahan mereka yang berasal dari Wonosari, Gunungkidul. 

Diproduseri langsung oleh Iga Massardi, lewat singel In A Land, The Melting Minds menunjukkan karakter musikalitas mereka yang eksploratif, atmosferik, dan kental dengan nuansa psikedelia klasik khas musik era tahun 60-an hingga 70-an.

Meski begitu, mereka tetap membawa unsur-unsur tradisional dalam tampilan visual pada video klip mereka. Menampilkan latar pemandangan alam Gunungkidul yang eksotis dengan model video klip sosok wanita berpakaian kebaya tradisional Jawa.

Dikutip dari Instagram resmi mereka, The Melting Minds sendiri lahir pada 2020 silam, berawal dari eksperimen dua personel mereka, yakni Slinky Bones dan Dhandy Satria yang tinggal di dua kota berbeda yakni Jakarta dan Wonosari. 

Bersama sejumlah personel lainnya asal Wonosari, Gunungkidul, mereka kemudian melahirkan sejumlah singel seperti “The Snake” dan “Possessing The Witch” di tahun 2021 dengan lirik berbahasa Inggris.

Mereka semakin mantab merambah ke dunia industri musik Indonesia dengan merilis album debut pertama yang bertajuk Alternate Universe di tahun 2022. 

“Alternate Universe direkam dengan menggunakan piranti seadanya di Wonosari. Dengan perangkat seadanya berbekal tutorial YouTube gratisan tanpa skill rekaman proper sama sekali, sebelum disempurnakan,” ujar The Melting Minds lewat akun resmi mereka.

Meski dibuat ‘seadanya’ album debut itu ternyata langsung sukses menarik perhatian dunia musik indie Jogja bahkan Indonesia.

Berhasil masuk nominasi album Rock terbaik di sebuah ajang penghargaan musik bergengsi di tanah air, yakni AMI Awards.

Dengan lirik yang puitis dan abstrak, lagu-lagu The Melting Minds sampai saat ini konsisten mengangkat tema-tema sangat lekat dengan alam, simbol-simbol budaya, dan kehidupan di tempat asal mereka Wonosari, Gunungkidul. 

Melalui genre musik psychedelic yang terdengar kosmik dan melayang itulah, mereka mengaku ingin terus mengajak para penikmatnya. Tetap mencintai, merawat, dan menjaga akar dunia tempat mereka berpijak. Demi kehidupan yang lebih baik di masa depan. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *